Showing posts with label Cerita Rakyat. Show all posts
Showing posts with label Cerita Rakyat. Show all posts

Sunday, December 1, 2019

Cerita Keong Mas



Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Raja bernama Kertamarta. Ia memimpin sebuah kerajaan yang sangat megah dan indah, nama kerajaan itu adalah kerajaan Daha. Raja Kertamarta memiliki 2 orang putri yang cantik bernama Dewi Galuh dan Candra Kirana. Kehidupan mereka sangatlah berkecukupan dan bahagia.

Suatu hari, datang seorang Pangeran tampan dari Kerajaan Hahuripan bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangan Raden Inu Kertapati adalah untuk melamar salah satu putri Raja Kertamarta. Putri Raja Kertamarta yang akan dilamar oleh Raden Inu Kertapati adalah Candra Kirana. Kedatangan sang Pengeran disambut sangat baik oleh Raja Kertamarta. Putri Candra Kirana pun akhirnya menerima lamaran Pangeran Raden Inu Kertapati.

Lamaran Pangeran Raden kepada Candra Kirana membuat dewi Galuh sangat marah dan merasa iri. Ia menaruh hati kepada Pangeran Raden dan merasa bahwa dirinyalah yang cocok sebagai tunangan sang Raden. Perasaan iri pada Dewi Galuh berkambang menjadi benci. Perasaan ini membawa Dewi Galuh merencanakan perbuatan untuk menyingkirkan Candra Kirana dari Kerajaan.

Suatu hari, Dewi Galuh secara diam-diam menemui seorang penyihir jahat. Ia meminta bantuan untuk menyingkirkan Candra Kirana kepada penyihir jahat itu. Dewi Galuh menyuruh sang penyihir jahat merubah Candra Kirana menjadi sosok yang menjijikan agar Raden Inu Kertapati menjauhinya. Dewi galuh pun berharap menjadi penganti Candra Kirana sebagai tunangan Pangeran raden.

Penyihir jahat menyetujui permintaan Dewi Galuh. Namun penyihir jahat tidak dapat masuk kedalam kerajaan karena akan menimbulkan kecurigaan. Akhirnya Dewi Galuh memfitnah Candra Kirana yang membuat Candra Kirana diusir dari Kerajaan. Candra Kirana meninggalkan kerajaan dengan perasaan yang sangat sedih. Di tengah perjalanan Candra Kirana bertemu dengan penyihir jahat dan disihir menjadi Keong Mas. Setelah menyihir Candra Kirana, penyihir jahat membuangnya ke sungai sambil berkata “kutukanmu akan hilang, jika kamu bertemu dengan tunanganmu Raden Inu Lertapati”.

Suatu hari keong mas tersangkut pada jala seorang nenek yang sedang mencari ikan. Melihat keindahan keong mas, sang nenek membawa pulang keong mas dan meletakkannya di sebuah tempayan. Nenek memelihara keong mas dengan sangat baik dan memberinya makan, agar keong mas tidak mati.

Keesokan harinya, nenek datang ke sungai untuk mencari ikan seperti biasanya. Namun pada hari itu tidak ada satupun ikan yang didapatkan. Karena sudah lama dan lelah menunggu, sang nenek pun kembali pulang kerumahnya. Alangkah terkejutnya sang nenek ketika pulang ke rumah. Ia melihat banyak makanan yang sangat enak tersedia di atas mejanya. Ia merasa sangat heran dan bertanya-tanya siapa yang membuatkan semua makanan yang sudah tersedia ini.

Sang nenek menahan rasa penasarannya. Setiap hari kejadian serupa terjadi secara terus menerus. Karena perasaan penasaran yang sudah tidak terbendung lagi, nenek memutuskan untuk pura-pura pergi ke laut untuk menangkap ikan. Sebenarnya nenek ingin tahu dan mengintip siapa yang membuat makanan itu.

Di saat mengintip, nenek merasa sangat terkejut. Keong Mas yang ia simpan di tempayan berubah menjadi seorang gadis cantik jelita. Gadis cantik itu langsung menyiapkan makanan untuk sang nenek seperti hari-hari sebelumnya. Karena penasaran nenek langsung menghampiri gadis cantik tersebut.

“Siapa kamu putri yang cantik jelita? Dan berasal dari makan kamu?” Tanya Nenek.
Keong Mas yang berubah menjadi wujud aslinya yakni Candra Kirana merasa terkejut dengan kedatangan Nenek yang tiba-tiba. Akhirnya Candra Kirana menceritakan siapa sebenarnya dirinya. Dan menceritakan semua kejadian yang sedang ia hadapi. Setelah Candra Kirana selesai menceritakan kisahnya, ia langsung berubah menjadi Keong Mas kembali.
Sementara itu, tunangan Candra Kirana yakni Pangeran Raden Inu Kertapati terus mencari keberadaan Candra Kirana yang tiba-tiba hilang secara mendadak entah kemana. Namun selama mencari, ia tidak menerima kabar apapun mengenai Candra Kirana. Pangeran Raden merasa sangat yakin bahwa Candra Kirana masih hidup dan membuatnya terus mencari tanpa kenal henti. Ia pun berjanji bahwa tidak akan kembali ke Kerajaan jika belum menemukan Candra Kirana tunangannya.

Penyihir jahat mengetahui rencana Pangeran Raden Inu Kertapati yang akan selalu mencari Candra Kirana. Ia pun melakukan berbagai cara agar sang Pangeran tidak dapat menemui Candra Kirana. Sang penyihir jahat akhirnya berubah menjadi burung gagak.

Di tengah perjalanan, sang pangeran terkejut karena bertemu dengan seekor burung gagak yang dapat berbicara. Burung gagak itu mengatakan bahwa ia mengetahui tujuan sang Pangeran, pangeran Raden merasa sangat senang dan menganggap burung gagak tersebut mengetahui keberadaan Candra Kirana.

Ia mengikuti segala bentuk petunjuk yang diberikan burung gagak, yang ternyata petunjuk itu salah karena burung gagak yang merupakan seorang penyihir jahat tidak ingin Pangeran Raden menemui Candra Kirana.

Pangeran Raden bingung dengan petunjuk yang diberikan oleh burung gagak. Di tengah perjalanan mencari Candra Kirana, pangeran Raden bertemu seorang Kakek Tua kelaparan. Ia segera memberikan makanan kepada Kakek Tua tersebut.

Tanpa diduga, kakek tua itu adalah kakek sakti dan menolong Pangeran Raden dari burung gagak tersebut. Kakek memukul burung gagak penyihir dengan tongkat nya dan tiba-tiba burung gagak tersebut berubah menjadi asap dan menghilang.

Setelah memukul burung gagak penyihir, kakek tua memberikan petunjuk yang benar kepada Pangeran Raden. Pangeran Raden pun segera pergi menuju Desa Dadapan. Berhari-hari waktu yang ditempuh sang pangeran untuk menemukan tunagannya Candra Kirana. Di tengah perjalanannya, Pangeran Raden kehabisan bekal dan merasa sangat haus.

Saat itu Pangeran Raden melihat sebuah Rumah dan segera menuju ke rumah tersebut. Pangeran Raden berniat untuk meminta sedikit minum. Bukan hanya minum yang didapatkan, Pangeran Raden ternyata menemukan seseorang yang selama ini dicari yakni Candra Kirana. Pangeran Raden sangat senang melihat Candra Kirana sedang memasak di dapur rumah yang akan dituju.

Tanpa lama ia pun masuk ke dalam rumah dan langsung menemukan Candra Kirana. Pangeran Raden sangat merasa senang bertemu dengan Candra Kirana, Candra Kirana juga senang bertemu dengan Pangeran Raden karena kutukannya hilang. Candra Kirana mengenalkan Pangeran Raden kepada sang Nenek begitu juga sebaliknya. Sekarang Candra Kirana berubah menjadi wujud aslinya yakni gadis cantik jelita.

Pangeran Raden akhirnya membawa Candra Kirana dan sang nenek penolong pulang ke Kerajaan Daha, kerajaan ayahanda Candra Kirana. Sesampainya di Kerajaan, Candra Kirana menceritakan semua kejadian yang ia alami. Baginda Raja Kertamarta sangat marah terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Dewi Galuh. Akhirnya semua kejahatan yang dilakukan oleh Dewi Galuh terbongkar semua.

Atas kejahatan yang ia lakukan, Dewi Galuh harus menerima hukuman yang diberikan oleh Baginda Raja Kertamarta. Namun, karena merasakan ketakutan akan hukuman yang akan didapatkan. Dewi Galuh memutuskan untuk melarikan diri ke dalam hutan yang sangat gelap dan lebat. Sementara itu Baginda Raja Kertamarta meminta maaf kepada Putrinya Candra Kirana.

Dengan kembalinya Candra Kirana ke kerajaan, pernihakannya dengan Pangeran Raden Inu Kertapati pun dapat berlangsung. Akhirnya mereka menikah dengan cinta yang besar dan tulus. Mereka pun akhirnya menjadi keluarga yang bahagia.


Baca Juga :

Cerita Keong Mas
Cerita Danau Toba dan Asal Usul Terjadinya  

Cerita Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Wednesday, September 4, 2019

Cerita Roro Jonggrang Legenda Candi Prambanan



Cerita rakyat ini berasal dari masa lampau yang sangat lama. Ceritanya juga terdengar dari telinga ke telinga. salah satu cerita rakyat yang sangat terkenal di Jawa adalah Roro Jonggrang. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki cerita rakyat masing-masing.

Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan sangat besar bernama Prambanan. Rakyat Kerajaan Prambanan hidup dengan makmur dan damai di bawah kepemimpinan raja bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Prambanan juga tunduk dan sangat menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu, di wilayah lain terdapat satu kerajaan yang tidak kalah besar dari Kerajaan Prambanan, nama kerajaan itu adalah Kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut sangat terkenal arogan dan selalu ingin memperluas wilayah kekuasaan. Kerajaan Pengging memiliki seorang kesatria sakti bernama Bondowoso.

Ia memiliki senjata yang sangat sakti bernama Bandung, dengan begitu ia sangat terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Tidak hanya mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga memiliki pasukan tentara berupa jin. Bala tentara jin tersebut ia gunakan untuk membantunya dalam menyerang kerajaan lain dan juga memenuhi segala keinginannya.

Suatu Ketika Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Esok harinya, bandung Bondowoso memanggil seluruh bala tentara jinnya dan berangkat ke Kerajaan Prambanan.

Setiba di Kerajaan Prambanan, Bandung Bondowoso dan bala tentara langsung menyerbu masuk ke dalam Kerajaan Prambanan. Tanpa adanya persiapan membuat Raja Baka dan pasukannya kalang kabut, dan para perang ini membuat Prabu Baka dan pasukannya tewas. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan.

Kabar keberhasilan Bandung Bondowoso didengar oleh Raja Pengging dan merasa sangat bahagia. Raja Pengging pun mengutus Bandung Bondowoso untuk menempati Kerajaan Prambanan dan mengurus segala isi Kerajaan tersebut termasuk keluarga Raja Baka.

Pada saat Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan, ia melihat seorang wanita yang cantik jelita. Wanita tersebut adalah putri dari Prabu Baka bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso menaruh hati kepada Roro Jonggrang saat melihatnya. Tanpa pikir panjang, Bandung Bondowoso memanggil Ror Jonggrang dan melamarnya.

“Wahai Roro Jonggrang yang cantik jelita, bersediakah engkau menjadi permaisuriku?” tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan tersebut membuat Roro Jonggrang terdiam dan bingung. Ia sangat benci melihat Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahhanda yang sangat ia cintainya. Namun ia juga takut untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelag Roro Jonggrang berfikir sejenak, ia menemukan satu cara agar Bandung Bondowoso tidak jadi untuk menikahinya.

“baiklah aku menerima lamaranmu, Bandung Bondowoso. Namun setelah kamu memenuhi satu syarat dariku.” Jawah Roro Jonggang.

“Apakah Syaratmu itu wahai Roro Jonggrang?, tanya Bandung Bondowoso.
“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam”. Jawab Roro Jonggrang memberikan syarat yang ia minta.

Mendengar syarat yang diberikan oleh Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Syarat yang Roro Jonggrang berikan, ia anggap sangat mudah karena ia mempunyai balatentara jin yang sangat banyak dan akan membantunya.

Pada malam hari, Bandung Bondowoso mengumpulkan semua bala tentara jinnya. Dalam waktu yang singkat, semua bala tentaranya sudah berkumpul. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, semua bala tentaranya kengsung membuat sumur dan membangun seribu candi dengan sangat cepat.

Melihat kecepatan bala tentara Bandung Bondowoso dalam membangun candi dan membuat sumur, membuat Roro Jonggrang merasa ketakutan dan gelisah. Dalam dua per tiga malam, hanya tinggal tiga buah candi dan satu sumur yang belum terselesaikan.

Roro jonggrang berfikir keras bagaimana cara menggagalkan pembangunan candi dan membuatnya tidak jadi menikah dengan Bandung Bondowoso. Jika syarat tersebut tidak dipenuhi tentunya pernikahan mereka tidak akan terlaksana. Roro Jonggang berpikir sangat keras untuk menggagalkannya.

Setelah berpikir keras, akhirnya membuahkan hasil yakni sebuah ide yang sangat cemerlang. Ia akan membuat suasana menjadi seperti pagi, dengan begitu para jin akan berhenti membuat candi karena hari sudah pagi.

Roro Jonggrang pergi untuk mengumpulkan para dayang-dayang yang ada di dalam istana Prambanan. Para dayang-dayang tersebut ia beri tugas untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga berbau semerbak mewangi.

Mendengar perintah Roro Jonggrang, para dayang-dayang segera membakar beberapa jerami. Tidak berselang lama langit tampak kemerahan dan lesung pun mulai untuk dibunyikan. Bau harum dari bunga yang disebar mulai tercium dan membuat para ayam mulai berkokok.

Melihat langit berwarna kemerahan, lesung berbunyi dan bau harum bunga, membuat bala tentara jin Bandung Bondowoso pergi meninggalkan pekerjaan. Mereka berpikir bahwa hari telah beranjak pagi, dan mereka pun harus segera pergi.

Melihat balatentaranya pergi membuat Bandung Bondowoso marah dan berkata “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah dan selesaikan pembangunan candi ini!”. Bandung Bondowoso menyuruh bala tentaranya untuk kembali dan menyelesaikan. Karena hari belum pagi, dan itu semua adalah perbuatan Roro Jonggrang untuk membuat suasana seperti pagi.

Para bala tentara Bandung Bondowoso tetap pergi dan tidak menghiraukan perintah darinya. Bandung Bondowoso sangat kesal dan menyelesaikan sendiri sisa pembangunan candi. Namun sebelum Bandung Bondowoso selesai membangun sisa candi, hari sudah beranjak pagi. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat yang diberikan Roro Jonggrang untuk menikahi putri Prabu Baka tersebut.

Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso dalam membuatkannya seribu candi dan dua sumur, membuat Roro Jonggrang sangat bahagia dan menghampiri Bandung Bondowoso. Ia berkata “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso.”

Mendengar ucapan Roro Jonggrang tersebut, membuat kemarahan Bandung Bondowoso semakin besar. Dengan nada yang keras Bandung Bondowoso berkata “Kau yang curang Roro Jonggrang. Kamulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi yang sedang aku bangun. Untuk itu, aku kutuk kau menjadi arca yang ada di dalam candi keseribu!!!” teriak Bandung Bondowoso dengan nada keras.

Dengan kesaktian yang dimiliki oleh Bandung Bondowoso, Roro Jonggang pun menjadi arca keseribu dari Candi seribu yang ia syaratkan kepada Bandung Bondowoso. Keseribu candi ini berada di Candi Prambanan, dan arca Roro Jonggrang dikenal dengan candi Roro Jonggarang diantara seribu candi lainnya yang diberi nama candi sewu.

Candi Roro Jonggang yang merupakan wujud arca dari Roro Jonggrang sampai saat ini masih bisa anda temukan di Lokasi Candi Prambanan. Disini anda akan melihat Candi Roro Jonggrang dikelilingi oleh candi-candi lain yang dibangun oleh para bala tentara jin Bandung Bondowoso.

Cerita rakyat sangatlah penting, karena akan menambah pengetahuan anda semua tentang sejarah masa lalu negara Indonesia. Di saat mengunjungi tempat wisata bukan hanya menikmati wisatanya saja, namun juga sangat bagus mengetahui sejarah tempat tersebut seperti cerita Roro Jonggrang legenda Candi Prambanan di atas.


Baca Juga :

Cerita Keong Mas
Cerita Danau Toba dan Asal Usul Terjadinya

Thursday, January 10, 2019

Cerita Danau Toba dan Asal Usul Terjadinya



Kisah kali ini mempunyai cerita tentang asal usul terjadinya danau toba. Dahulu kala, di daerah yang sekarang disebut Sumatera Utara hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Pemuda ini hidup sebatang kara dan cukup miskin. Setiap hari dia bertani untuk memenuhi kebutuhanya. Dan ketika dia memiliki waktu senggang, dia pergi memancing untuk mencari lauk. Si Toba adalah seorang pemuda yang rajin, namun dia belum juga memiliki isteri karena kehidupanya yang serba kekurangan. Sehingga terkadang dia sering dijadikan bahan hinaan oleh tetangganya. Namun si Toba tetap bersabar.

Hingga pada suatu hari, si Toba berniat memancing di sungai untuk mencari lauk. Diapun pergi membawa kail menuju sungai. Namun sepertinya hari itu dia sedang kurang beruntung. Karena sudah lama dia menunggu, belum ada satu ikan yang memakan umpanya. Dia hamper saja putus asa dan akan pulang. Namun tiba-tiba dia merasakan tarikan yang kuat pada pancingnya, umpanya di sambar ikan.

Dengan hati senang si Toba menarik pancingnya, dan seekor ikan yang cukup besar akhirnya dia dapat. Ikan itu memiliki sisik yang indah, bahkan dia belum pernah melihat ikan seindah itu sebelumnya. Dengan hati senang si Toba pulang ke rumahnya, dia membayangkan betapa lezatnya ikan itu nanti ketika dipanggang. Setelah sampai rumah, si toba menaruh ikan itu di dapur. Namun karena kayu bakarnya habis, dia pergi mencari kayu bakar dulu di hutan di dekat rumahnya.


Namun si Toba menjadi terkejut sekembalinya dari mencari kayu bakar. Karena ikan yang tadi dia taruh di meja dapur kini sudah tak ada, berganti menjadi beberapa keeping uang emas. Tentu saja si Toba sangat terkejut sekaligus senang karena uang emas yang dia temukan. Dia berniat segera pergi ke kamar untuk menyimpan uang itu. Namun lagi-lagi hal yang aneh membuat si Toba terkejut. Karena ketika dia membuka pintu kamar, dia melihat ada seorang perempuan yang sangat cantik tengah duduk di tempat tidurnya.


Melihat si Toba yang kebingungan, si wanita itu lalu menghampirinya. Dia menceritakan bahwa sesungguhnya dia adalah jelmaan dari ikan yang dia tangkap. Dia aslinya adalah seorang dewi, tapi karena suatu kesalahan dia dihukum dan dikutuk menjadi seekor ikan di bumi. Singkat cerita, si Toba akhirnya jatuh hati pada wanita itu. Dia berniat mempersunting wanita itu seagai isterinya. Ternyata wanita itu tak keberatan, namun dia memberikan satu syarat yang harus dipatuhi oleh si Toba. Yaitu.. si Toba tidak boleh sekalipun mengungkit atau menceritakan asal mula wanita itu adalah ikan. Si Toba menyanggupinya. ( Terima kasih anda sedang membaca legenda danau toba )

Setelah menikah, kehidupan si Toba kini menjadi lebih baik. Kemampuan ekonominya meningkat, dia kini bukan lagi orang miskin. Setelah setahun berlalu, akhirnya mereka dikaruniai seorang anak yang mereka beri nama Samosir. Samosir sangat dimanja oleh ibunya, sehingga hal tersebut menjadikan Samosir anak yang manja dan cukup nakal. Berkali-kali si Toa dibuat marah oleh ulah samosir, namun setiap kali dia ingat janjinya pada isterinya, dia berusaha menahan emosinya. Bahkan Samosir menjadi anak yang sangat malas dan sukanya hanya bermain-main saja. Setiap kali dia disuruh ibunya untuk mengantar nasi untuk ayahnya di sawah, dia selalu menolak. Hingga ibunya sendiri yang harus mengantarnya.


Namun pada suatu hari, samosir di suruh ibunya mengantar nasi untuk ayahnya ke sawah. Karena suatu alas an membuat ibunya tidak bisa mengantarnya. Karena terus dipaksa, dengan setengah hati Samosir mengantar makanan itu. Namun di tengah jalan dia melihat teman-temanya yang asik bermain. Karena tertarik, samosir akhirnya ikut dan lupa bahwa ayahnya sedang menunggu nasi yang dia bawa. Setelah capek bermain, dia merasa lapar. Lalu memakan bekal yang seharusnya dia bawa untuk ayahnya hingga tersisa sedikit.


Namun setelah dia kenyang, dia baru ingat bahwa bekal yang dia bawa adalah untuk ayahnya. Dia langsung pergi menemui ayahnya. Namun betapa terkejutnya si Toba, karena bekal yang diberikan padanya hanya berupa sisa. Karena merasa sangat lapar sebab bekal yang dia tunggu telat dating, ditambah rasa capek dan ulah samosir yang sudah keterlaluan, membuat Toba tak lagi bisa menahan emosi. Dia memarahi samosir habis-habisan, dan memukulnya dengan ranting. “Dasar anak nakal, anak bandel..!! Dasar anak ikan..!”. bentak Toba.


Mendengar itu, Samosir langsung menangis dan lari menemui ibunya di rumah. Si Toba sadar secara tak sengaja dia telah melanggar janji, dia berusaha mengejar Samosir. Sedangkan Samosir sudah sampai di rumah dan menceritakan semua yang dikatakan ayahnya pada ibunya. Mendengar penjelasan anaknya, ibunya merasa kecewa karena ternyata janji yang dibuat telah dilanggar. Dia segera menyuruh anaknya untuk pergi ke bukit dan memanjat pohon tertinggi di puncak bukit.


Samosirpun berlari hingga tiba di atas bukit, dan mendaki pohon tertinggi seperti perintah ibunya. Setelah itu, wanita itu pergi ke tepi sungai, dan terjun ke dalam sungai. Seketika itu, dia kembali berubah menjadi ikan yang sangat besar. Secara tiba-tiba, hujan lebat turun disertai angin dan Guntur. Air sungai juga meluap, banjir dimana-mana. Banyak orang yang tidak bisa menyelamatkan diri, termasuk si Toba. Kawasan itu berubah menjadi genangan air yang cukup luas, dan semua tenggelam di dalamnya. Kecuali sebuah bukit yang kini hanya terlihat sedikit bagian puncaknya.


Akhirnya, daerah itu menjadi sebuah danau yang cukup luas, yang kini kita kenal dengan nama Danau Toba yang berada di Sumatera Utara. Dan bukit kecil yang didaki oleh Samosir, kini menjadi sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah danau, dan dikenal oleh penduduk sekitar dengan nama Pulau Samosir. Demikian kisah cerita rakyat legenda danau toba, terima kasih dan semoga bermanfaat. 


Baca Juga :

Cerita Keong Mas
Cerita Danau Toba dan Asal Usul Terjadinya  

Cerita Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta