Showing posts with label Kata Sambutan. Show all posts
Showing posts with label Kata Sambutan. Show all posts

Wednesday, November 6, 2019

Naskah Ceramah "Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (birrul walidain)"



Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (birrul walidain)

Bismillahirrohmaanirrohiim...
Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu...
Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruh. Wana’uudzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a’maalina, man yahdihillahu falaa mudhillalalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah.
Asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu warosuuluhu.
‘Ammaa ba’du..

Yang saya hormati,
Puji serta syukur marilah kita sama-sama panjatkan kepada Allah, karena pada kesempatan ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafat. Dan dengan itu pula saya akan menyampaikan sebuah ceramah tentang birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua.

Ayyuhal Muslimiin...
Salah satu ibadah yang paling agung di dalam Agama Islam setelah mentauhidkan Allah Swt adalah berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada siapa...? “orang-tua”
Ketahuilah saudara-saudaraku sekalian, sungguh bahwasanya berbakti kepada orang tua hukumnya adalah wajib, fardlu ‘ain. Tak peduli siapa orangtua kita, pekerjaannya, kehidupan sehari-harinya. Yang kita panggil ayah atau ibu, mama atau papa dirumah. Merekalah orang tua kita.
Pernahkah terbayang dalam benak kita, saat kita sedang berada dalam perut ibu, betapa susahnya ia membawa kita kemanapun ia pergi? Namun sekalipun ia tak pernah mengeluh, ada makhluk lain yaitu kita sendiri dalam perutnya.
Pernahkan terbayang dalam benak kita, ayah atau bapak setiaphari bekerja tanpa kenal lelah, mencari uang mati-matian hanya untuk membiayai hidup kita agar kita bisa makan dan sekolah dengan enak?
Saudara-saudaraku yang budiman, betapa berat nya beban dan tanggung jawab yang ada pada pundak-pundak mereka?

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah...
Sungguh Allah subhaanahu wa ta’aalaa telah berfirman dalam al-quran surat Luqman ayat 14, yang berbunyi :
A’uudzu billahi minasy syaithoonirrojiim....
“Wawashshoinal insaana biwaalidaihi hamalathu ummuhuu, wahnan ‘alaa wahnin wa fishooluhuu fii ‘aamaini, anisykurlii waliwaalidaika ilayyal mashiir.
Artinya :
“dan Kami perintahkan kepada manusia (berbakti) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang betambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurklah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu.”

Ayyuhal Muslimin...
Ada suatu kisah, menceritakan tentang tiga orang yang terjebak di dalam goa. Di antar ketiga orang tersebut dalah satu orang yang bertawasul *berdoa dengan menggunakan perantara* kebaktian kepada kedua orang tuanya...

Dia berakata :
“Ya Allah, aku memiliki orangtua yang sudah lanjut usianya dan aku tidak pernah memberikan minum kepada siapapun sebelum keduana minum, baik dari keluargaku dan hamba sahaya yang aku miliki. Pada suatu hari aku mencari kayu dan daun-daunan untuk makan ternak di tempat yang amat jauh.
Aku belum bisa pulang dari rumah orang tuaku hingga kedua orangtuaku berdua tertidur. Setelah itupun aku masi memerah susu untuk keduanya, dan saat aku menemui keduanya untuk memberikan minuman tersebut ternyata kedua masih tertidur lelap. Aku tidak bisa membangunkan mereka orangtuaku dan memberikan minuman tersebut kepada siapapun (orang lain) sebelum kedua orangtuaku meminumnya, sekalipun untuk keluarga dan hamba sahayaku.

Aku tetap menantikan bangun keduanya dengan gelas itu dan tetap ada di tanganku, hingga fajar menyingsing, di saat itulah anak-anak kamu menangis karena lapar. Maka, setelah keduanya bangun dari tidurnya lalu merekapun meminumnya. ‘Ya Allah ya Rabb, jikalau aku yang mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaan-Mu, makan lapangkanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutup ini.”

Kemudian batu besar itupun tiba-tiba terbuka sedikit.

Saudara-saudaraku sekalian yang dirahmati Allah...
Sepenggal kisah di atas patut kita teladani. Hal tersebut merupakan contoh nyata bagaimana seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya dengan cara tidak memberikan minum kepada siapapun sebelum orangtuanya minum.

Ingatlah bahwa
ridholloohi fii ridhol walidaini, wa sakhotullohi fii sakhotil waalidaini”. Keridhaan Allah ada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua. (hadits riwayat tirmidzi)

Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi ajaran berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidaen). Bahkan Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sarana meraih Syurga Allah. Sungguh sangat rugi dan celaka seorang muslim yang mendapati kedua orangtuanya masih hidup namun tidak bisa mengantarkannya kepada surga.

Banyak diantara manusia saat ini yang tidak lagi mau memperhatikan orangtuanya, menelantarkannya, bahkan sampai ada yang mencelakakannya atau membunuhnya. Na’udzu billahi min dzalik.

Beberapa hal yang menurut kita sepele, yang berkaitan dengna kedurhakaan seorang anak kepada orang tua adalah sebgai berikut :
Pertama, membuat keduanya menangis dan bersedih, dengan cara apapun baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Kedua, membentak keduanya dengan cara mengeraskan suara dan berkata-kata dengna kasar kepada kedua orang tua.

Ketiga, berkata-kata dengan “ah” dan kesal terhadap perintah ibunya.

Keempat, bermuka masam dan mengerutkan dahi di hadapan keduanya.

Kelima, memandang keduanya dengan pandangan penghinaan.

Keenam, memerintah keduanya.

Ketujuh, mencela makanan yang disiapkan ibu.

Kedelapan, tidak membantu keduanya dalam pekerjaan rumah.

Kesembilan, mencuri dari kedua orangtua.

Kesepuluh, menitipkan merak di panti jompo.
Dan masih banyak lagi.

Ayyuhal muslim....
Janganlah sekali-kali kita mendurhakai kedua orang tua kita. Takutlah akan adzab Allah bagi manusia yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Kisah tentang Si Malinkundang adalah cerita rakyat yang perlu juga kita ambil huikmahnya. Karena tanpa disadari ternyata banyak sekali malinkundang-malinkundang lain di zaman sekarang ini yang durhaka kepada orang tuanya.

Semoga kita semua yang hadir di sini mendaapat petunjuk dari Allah dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan bakti kita kepada orang tua. Aamiinn...

Subhaanaka Allahumma wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaihi.
Wabillahi taufik wal hidayah wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu.

Saturday, December 15, 2018

SAMBUTAN KETUA PELAKSANA KONFERENSI PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


Sambutan Ketua Pelaksana Konferensi Pendidikan Dasar
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Tahun 2014



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang terhormat

Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Ketua Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Para Pembicara
Para Tamu Undangan
Para Peserta
Konferensi Pendidikan Dasar 2014

Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah kita dapat mengikuti Konferensi Nasional Pendidikan Dasar tahun 2014. Solawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjunan alam Rosulullah Muhammad Saw, tak lupa pula kepada para keluarga, sahabat, tabiin tabiat dan pada kita semua selaku umatnya yang Insya Allah selalu taat pada ajarannya. 

Pada kesempatan hari ini, ijinkanlah saya atas nama panitia untuk melaporkan kegiatan Konferensi Nasional Pendidikan Dasar tahun 2014. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang bertujuan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pendidikan yang berkualitas dimasa kini dan mendatang. Dengan harapan dapat merefleksi pelaksanaan pendidikan di Indonesia dan sekaligus sebagai sumber inspirasi membangun generasi mendatang, sesuai dengan tema kegiatan, yaitu “Pendidikan Berkualitas Dalam Membangun Generasi Emas 2045”. 

Tema tersebut dipandang sangat baru, dan memiliki relevansi yang cukup tinggi terkait dengan fenomena dan konteks pendidikan sekolah dasar saat ini. Pengaturan seminar menggunakan format yang berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada seminar saat ini fokusnya bukan hanya pada seminar monolog saja akan tetapi pada kegiatan prolog juga.

Perjalanan menuju tahun 2045 memang dirasa masih sangat jauh dan lama, akan tetapi upaya untuk mempersiapkan rancangan perencanaan program yang membangun untuk sampai ke sana harus sejak dini dipersiapkan. Semoga saja kerja nyata yang senantiasa kita lakukan hari ini berbuah manis di kemudian hari.
         
Dalam hal ini, Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia secara aktif merespon upaya untuk menghasilkan peningkatan kualitas Pendas di masa depan tersebut dengan cara melaksanakan seminar dan workshop nasional. Inilah bukti bahwa kita lebih senang berbuat walaupun sedikit dari pada banyak berbicara tapi tidak ada bukti yang nyata.

Peserta Konferensi nasional kali ini diikuti oleh lebih kurang 220 peserta dengan rincian sebagai berikut, 143 peserta seminar sekaligus pemakalah dan selebihnya hanya peserta seminar yang berasal dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati pendidikan dasar dari berbagai daerah dan instansi

Disamping makalah utama, terdapat juga makalah-makalah yang disajikan pada pasesi paralel yang terbagi menjadi delapan tema khusus, yakni: Implementasi Kurikulum 2013, Pembelajaran Tematik-Integratif, Pendidikan Karakter, Kebijakan dan Manajemen Pendidikan, Pembelajaran Kreatif dan Inovatif, Problematika Pendidikan Dasar, Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Pendidikan Dasar, serta Metode, Media dan Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Pada seminar kali ini, kami mengundang tiga nara sumber utama, pertama Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd selaku Guru Besar Universitas Negeri Jakarta yaitu Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO, kedua Ir. Ratna Megawangi, M.Sc, Ph.D. selaku Pakar Pendidikan Karakter sekaligus Pendiri Indonesia Heritage Foundation/Sekolah Karakter, dan yang ketiga Ibu Sri Hidayati, S.Si,. M.Si, selaku Peneliti Muda Pusat Kurikulum dan Pembukuan Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada kesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan banyak-banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan konferensi, terlebih kepada Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd selaku Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed selaku Direktur Sekolah Pascasarjana, pada para nara sumber, dan peserta seminar semuanya.

Secara khusus ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Ketua Program Studi Pendidiikan Dasar Ibu Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M.Pd dan seluruh panitia pelaksanaan kegiatan konferensi yang telah bekerja keras secara ikhlas demi kelancaran pelaksanaan seminar.

Atas nama panitia, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik pada waktu pendaftaran, pelaksanaan, maupun setelah kegiatan. Akhir kata, kami berharap semoga seminar ini dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan dasar di Indonesia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Bumi Siliwangi,   Desember 2014


Yan Firmansyah, S.Pd.


Friday, July 6, 2018

NASKAH PIDATO SAMBUTAN KETUA PRODI PADA SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN


SAMBUTAN KETUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DASAR 
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2014




Meningkatkan mutu pendidikan secara berkesinambungan menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, guru sebagai pelaksana teknis di lapangan dan juga orang tua.

Perhatian terhadap pendidikan tersebut akan lebih baik apabila terfokus bukan hanya pada jenjang pendidikan lanjut, akan tetapi juga pada jenjang pendidikan dasar, sebagai pondasi untuk pendidikan selanjutnya.
           
Rancang bangun tentang pendidikan di masa depan oleh pemerintah sudah dituangkan dalam program jangka panjang yang jelas dan terukur, salah satunya melalui pemberlakuan kurikulum pendidikan nasional 2013 dengan tujuan untuk pendidikan berkualitas dalam membangun generasi emas 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.
            
Salah satu Program Studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang turut berkiprah dalam memberikan perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan yang bersifat jangka panjang adalah program studi Pendidikan Dasar.
            
Perhatian tersebut dituangkan dalam kegiatan seminar yang sifatnya rutin. Tema-tema yang seminar yang pernah dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Dasar yang turut mendukung  program pemerintah diantaranya bertemakan: 1) Peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar, yang dilaksanakan pada tahun 2009, 2) Peningkatan kualitas pendidikan dasar berbasis keunggulan global, pada tahun 2010, 3) Peningkatan pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar di era global, pada tahun 2011, 4) Sekolah ramah anak, pada tahun 2012, dan 5) Menyongsong generasi emas 2045, pada tahun 2013.
            
Tema yang diusung untuk seminar kali ini adalah “Pendidikan Berkualitas Dalam Membangun Generasi Emas 2045”. Terdapat 8 (delapan) fokus utama/sub tema diantaranya adalah, Implementasi Kurikulum Pendidikan Dasar 2013, Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Pendidikan Dasar, Pembelajaran Tematik Integratif di Tingkat Sekolah Dasar, Problematika Pendidikan Dasar, Kebijakan dan Manajemen Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar, Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di Sekolah Dasar dan Model, Metode, Media dan Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar.
           
Tema dan sub tema tersebut dipandang cukup up to date, dan memiliki relevansi yang sangat tinggi nterkait fenomena dan konteks pendidikan sekolah dasar saat ini.
           
Seting seminar menggunakan format yang berbeda dengan sebelumnya, dimana pada seminar sekarang fokus bukan hanya pada seminar monolog saja akan tetapi pada kegiatan prolog.
           
Pembicara pada seminar kali ini, pertama, Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd, selaku Guru Besar UNJ sekaligus Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO. Kedua, Ir. Ratna Megawangi, M.Sc., Ph.D., selaku pakar pendidikan karakter sekaligus pendiri Indonesia Heritage Foundation/ Sekolah Karakter. Ketiga, Sri Hidayati, S.Si., M.Si., selaku Peneliti Muda Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang Kemendikbud. Adapun panitia dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Magister Program Studi Pendidikan Dasar angkatan 2013 dan 2014.
           
Sebagai penutup kata sambutan ini saya ucapkan terimaksih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu mensukseskan kegiatan seminar ini diantaranya, Pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia. Pimpinan Sekolah Pascasarjana, para pembicara, dan juga peserta yang telah hadir dari berbagai ragam disiplin ilmu.
           
Secara khusus ucapan terimakasih saya sampaikan kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan seminar, semoga kegiatan tahun depan akan lebih baik lagi, aamiin.

Bumi Siliwangi,   Desember 2014
  
Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M.Pd.


Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta