Filosofi
Air dan Akar
#air
Do’a itu seperti kucuran
air yang mengalir deras, dan pemohon do’a adalah wadah yang akan menadahinya.
Semakin banyak air yang ingin kita dapat, maka wadah yang dipakai untuk
menadahi air tersebut pun haruslah sebuah wadah yang bisa menampung kapasitas air
yang kita inginkan. Mengabulkan do’a adalah mudah bagi yang memperkenankannya.
Namun, sudahkah kita menjadi sebesar wadah yang sesuai dengan banyaknya air
yang ingin kita tadah?
#akar
Belajarlah dari akar. Ia
terkubur dalam tanah, tidak terlihat, tapi membawa manfaat. Mencari sumber
makanan untuk tumbuhan yang ia topang, menyerapnya, dan menyebarkannya melalui
xylem dan floem. Hingga menghijaunya daun, tumbuhnya batang, bermekarannya
bunga, dan ranumnya buah. Berbuat baiklah seperti akar, meski tak terlihat, ia
membawa manfaat.

Berfilsafat alam bersama
Prof. Dr. H. Rahman, M.Pd.
(Guru Besar Bahasa
Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia)

No comments:
Post a Comment