Thursday, July 5, 2018

KATA PENGANTAR SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN


PENGANTAR EDITOR

KONFERENSI PENDAS
PRODI PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA




Salah satu dari sekian banyak kebiasaan dalam hidup kita adalah terlalu banyak dan seringnya kita berbicara. Akan tetapi tidak ada hasil yang diperoleh. Fenomena seperti itupun pada akhirnya menjadi seperti lumrah dalam kehidupan masyarakat kita. Kebiasaan banyak berdiskusi dan kurang beraksi sampai juga akhirnya pada dunia kampus. Alhasil, berapa banyak hasil diskusi kampus yang tidak pernah berakhir dengan hasil nyata. Ya semakin jauhlah panggang dari api.
           
Itulah kira-kira sepenggal kisah yang masih mengisi episode dunia pendidikan kita khususnya pendidikan tinggi. Jadi pengantar editor ini, sebenarnya lebih kepada upaya mengajak para civitas akademika khususnya yang memiliki fokus bidang kajian Pendidikan Dasar untuk berani dan percaya diri dalam menuangkan ide dan gagasan yang tadinya hanya bersifat lisan menjadi tulisan. Sederhanya, kita ingin menggeser budaya lisan menjadi budaya tulisan. Suatu tantangan yang harus dilawan dengan bukti. Mengapa tulisan? Sebab tulisan itu lebih dapat dinikmati hasilnya oleh banyak orang. Bukankah jika pendas di negeri ini kualitasnya lebih baik, kembali manfaatnya kepada kita juga kan?.
           
Luar biasa, itu kesan pertama saya saat menerima banyak sekali ajuan artikel dari teman-teman (mahasiswa, guru, dan dosen). Saking banyaknya sehingga kelihatannya tidak semua dapat saya edit secara sempurna. Oleh karena itu, saya sampaikan permintaan maaf apabila masih banyak kata, kalimat atau konten materi yang luput dari sentuhan penyempurnaan yang layak.
           
Keterkejutan saya semakin mejadi pada saat tulisan artikel yang diterima panitia memuat tema ataupun topik yang begitu beragam dan menilik Pendas dari multiperspektif. Sehingga kami berpikir dan optimis bahwa masa depan Pendas dimasa yang akan datang jauh lebih baik. Apabila tulisan dalam artikel sebagai langah pertama ini dilanjutkan kepada langkah yang kedua yaitu peraktek di lapangan secara lebih luas.
           
Walaupun tema yang berkembang begitu beragam akan tetapi pada dasarnya semua mengerucut pada dua bingkai yang sudah dicoba di kerucutkan oleh panitia yaitu bidang pendidikan karakter dan Pendidikan Dasar. Semua tulisan baik secara tersurat ataupun tersirat menginspirasi untuk memberikan warna ke arah pengembangan Pendas menuju tahun 2045 atau benerasi emas.
           
Memang kelihatannya perjalanan menuju tahun 2045 masih jauh dan lama, akan tetapi upaya mempersiapkan rancang bangun perencanaan program yang konstruktif untuk sampai ke sana harus sejak dini dipersiapkan dan dimatangkan. Semoga saja kerja konkret yang kita lakukan hari ini berbuah manis di hari esok.
           
Dalam hal ini, Prodi Pendas SPs UPI secara aktif merespon upaya untuk menyemai peningkatan kualitas Pendas di masa depan tersebut dengan menggelar panitia seminar dan workshop nasional dengan tema “Pendidikan Berkualitas Dalam Membangun Generasi Emas 2045”, inilah bukti bahwa kita lebih senang berbuat walaupun sedikit dari pada banyak berbicara tapi tidak ada bukti nyata.
            
Sebagai kalimat pamungkas, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang dengan penuh keikhlasan dan kerja tanpa lelah mensukseskan acara seminar dan wokshop nasional ini. Tentu tidak ada yang sia-sia dikala hari ini kita menanam kebaikan dan yang menuainya esok adalah orang lain.

Bumi Siliwangi, Desember 2014

Salam Sukses

Editor


No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta