PENGANTAR EDITOR
KONFERENSI PENDAS
PRODI PENDIDIKAN DASAR SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Salah satu dari sekian banyak kebiasaan dalam hidup kita adalah
terlalu banyak dan seringnya kita berbicara. Akan tetapi tidak ada hasil yang
diperoleh. Fenomena seperti itupun pada akhirnya menjadi seperti lumrah dalam
kehidupan masyarakat kita. Kebiasaan banyak berdiskusi dan kurang beraksi
sampai juga akhirnya pada dunia kampus. Alhasil, berapa banyak hasil diskusi
kampus yang tidak pernah berakhir dengan hasil nyata. Ya semakin jauhlah
panggang dari api.
Itulah kira-kira sepenggal kisah yang masih mengisi episode dunia
pendidikan kita khususnya pendidikan tinggi. Jadi pengantar editor ini,
sebenarnya lebih kepada upaya mengajak para civitas akademika khususnya yang
memiliki fokus bidang kajian Pendidikan Dasar untuk berani dan percaya diri
dalam menuangkan ide dan gagasan yang tadinya hanya bersifat lisan menjadi
tulisan. Sederhanya, kita ingin menggeser budaya lisan menjadi budaya tulisan.
Suatu tantangan yang harus dilawan dengan bukti. Mengapa tulisan? Sebab tulisan
itu lebih dapat dinikmati hasilnya oleh banyak orang. Bukankah jika pendas di
negeri ini kualitasnya lebih baik, kembali manfaatnya kepada kita juga kan?.
Luar biasa, itu kesan pertama saya saat menerima banyak sekali
ajuan artikel dari teman-teman (mahasiswa, guru, dan dosen). Saking banyaknya
sehingga kelihatannya tidak semua dapat saya edit secara sempurna. Oleh karena
itu, saya sampaikan permintaan maaf apabila masih banyak kata, kalimat atau
konten materi yang luput dari sentuhan penyempurnaan yang layak.
Keterkejutan saya semakin mejadi pada saat tulisan artikel yang
diterima panitia memuat tema ataupun topik yang begitu beragam dan menilik
Pendas dari multiperspektif. Sehingga kami berpikir dan optimis bahwa masa depan
Pendas dimasa yang akan datang jauh lebih baik. Apabila tulisan dalam artikel
sebagai langah pertama ini dilanjutkan kepada langkah yang kedua yaitu peraktek
di lapangan secara lebih luas.
Walaupun tema yang berkembang begitu beragam akan tetapi pada
dasarnya semua mengerucut pada dua bingkai yang sudah dicoba di kerucutkan oleh
panitia yaitu bidang pendidikan karakter dan Pendidikan Dasar. Semua tulisan
baik secara tersurat ataupun tersirat menginspirasi untuk memberikan warna ke
arah pengembangan Pendas menuju tahun 2045 atau benerasi emas.
Memang kelihatannya perjalanan menuju tahun 2045 masih jauh dan
lama, akan tetapi upaya mempersiapkan rancang bangun perencanaan program yang
konstruktif untuk sampai ke sana harus sejak dini dipersiapkan dan dimatangkan.
Semoga saja kerja konkret yang kita lakukan hari ini berbuah manis di hari
esok.
Dalam hal ini, Prodi Pendas SPs UPI secara aktif merespon upaya
untuk menyemai peningkatan kualitas Pendas di masa depan tersebut dengan
menggelar panitia seminar dan workshop nasional dengan tema “Pendidikan
Berkualitas Dalam Membangun Generasi Emas 2045”, inilah bukti bahwa kita lebih
senang berbuat walaupun sedikit dari pada banyak berbicara tapi tidak ada bukti
nyata.
Sebagai kalimat pamungkas, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh
panitia yang dengan penuh keikhlasan dan kerja tanpa lelah mensukseskan acara
seminar dan wokshop nasional ini. Tentu tidak ada yang sia-sia dikala hari ini
kita menanam kebaikan dan yang menuainya esok adalah orang lain.
Bumi Siliwangi, Desember 2014
Salam Sukses
Editor

No comments:
Post a Comment