Thursday, September 27, 2018

PROYEKSI PENDIDIKAN ABAD KE-21


Proyeksi Pendidikan Abad Ke-21
Oleh: Prof. DR. H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.

  
Berbicara tentang pendidikan adalah berbicara tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang pundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.

Kalau kita bayangkan anak-anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apaun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.  Kadang kala kita melihat biji seperti melihat tanaman yang begitu lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.

Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga menumbuhkan lahan yang subur. Dimana lahan yang subur itu? Di antaranya: (1) Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur. (2) Di sekolah, dan (3) Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.

Oleh karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan katakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan sedangkan karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.

Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu ditanam dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhannya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan-belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah institusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.

Sebagai contoh, di rumah kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya. Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi didalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan emat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi?

Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semuanya sudah bersih. Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan. Ada yang sikatannya lama, ada yang sering samponya ketinggalan. Mereka akat tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.

Oleh karena itu, jangan bayangkan bahwa pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan. Jadi kita bisa merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendidikan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.

Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendidikan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita saat ini. Anaknya abad ke 21, gurunya abad ke 20, ruang kelasnya abad ke 19. Kalau mau memikirkan tentang sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR nya.

Karena itu, bila mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang tidak boleh lihat hari ini. Bijinya nanti dinilai kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnnya. Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berhara anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.

Dalam proyeksi pendidikan abad 21 ada tiga kompone yang mendasar yakni: (1) Karakter/akhlaq meliputi karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendah hati) dan karakter kinerja (ulet, kerjakeras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas): (2) Kometensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif/kerjasama) (3) Literasi/keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan).


Di masa sekarang ini, dalam setiap ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan disebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan. Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa. Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan keadaan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas.

Thursday, September 20, 2018

Soal Ulangan Harian Tema 1 Sub Tema 2 Kelas 6 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018


Kurikulum 2013 memberikan warna baru dalam sejarah kurikulum di Indonesia. Dengan tatanan yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum ini lebih banyak menekankan pada ranah sikap. Meskipun di awal-awal kemunculannya kurikulum ini banyak menuai penolakan dan kritikan, akan tetapi pada saat ini sudah hampir semua sekolah baik di SD, SMP, dan SMA atau SMK sudah menerapkannya.

Terlepas dari berbagai masalah yang muncul dalam kurikulum 2013 pada saat praktek di dalam kelas maupun di sekolah, tetapi tetap saja dilaksanakan oleh para pengajar dengan beberapa kendala yang mungkin masih terjadi. Seperti buku yang belum ada atau pemahaman pengajar itu sendiri tentang administrasi atau cara mengajarnya di dalam kelas.

Khusus untuk kelas 6 sekolah dasar, terbagi menjadi 5 tema untuk setiap semester. Di dalam masing-masing tema terbagi lagi menjadi 3 sub tema, kemudian setiap sub tema tersebut terbagi lagi masing-masing menjadi 6 pembelajaran. Pada setiap pembelajaran ditentukan berdasarkan kompetensi dasar yang diampu pada pembelajaran tersebut.

Karena setiap pembelajaran ditentukan oleh kompetensi dasar, oleh karena itu pada setiap pembelajaran akan ada beberapa mata pelajaran yang akan dilebur menjadi suatu tema. Alur pembelajarannya memang sudah ada dalam buku tema biasanya, namun secara materi kadang pengajar harus mengambil dari sumber yang lainya lagi. Karena cakupan materinya kurang begitu mendalam.

Pada artikel kali ini kami mencoba share untuk para sahabat guru yang membutuhkan yaitu ulangan harian khusus untuk pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan PPKn pada Tema 1 Sub Tema 2. Harapan kami ini hanya menjadi acuan saja, tidak menjadi suatu soal yang mesti harus seperti di bawah ini.
Saran dan komentar sahabat kami terima dengan sepenuh hati, guna perbaikan untuk kami dalam membuat artikel-artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat. 

                        Soal Ulangan Harian Tema 1 Subtema 2 Kelas 6

Nama Siswa : …………………………….

PPKn

1. Sila pertama Pancasila di lambangkan dengan ....
    A. Bintang
    B. Padi Kapas
    C. Pohon Beringin
    D. Kepala banteng

2. Dalam berdiskusi sebaiknya kita menyampaikan pendapat dengan tidak....
    A. mendengarkan pendapat dari orang lain
    B. mengajukan sanggahan dengan suara lantang
    C. menyampaikan pendapat dengan penuh rasa sopan
    D. memilih pendapat teman yang banyak menguntungkan

3. Perhatikan gambar berikut!

 Gambar tersebut contoh dari pengamalan Pancasila sila ke ....
    A. satu
    B. dua
    C. tiga
    D. lima

4. Pengamalan sikap yang sesuai dengan sila ke-lima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
    adalah.....
    A. melaksanakan doa
    B. menjenguk teman sakit
    C. membantu pengemis
    D. memilih ketua kelas

5. Dalam melaksakan musyawarah sebaiknya kita lebih mengutamakan kepentingan . . .

6. Tuliskanlah 2 contoh pengamalan sikap sehari-hari dilingkungan sekolah yang berkaitan dengan
     Pancasila sila ke-empat!

Bahasa Indonesia
Bacalah wacana berikut ini!
Udara yang sejuk dan segar akan kita temukan dipagi hari. Oleh karena itu, kita harus membiasakan bangun pagi untuk mendapatkan udara yang sehat. Kita dapat memanfaatkan udara pagi dengan berolahraga. Olahraga yang mudah dan murah dapat kita lakukan pada pagi hari untuk melemaskan otot dan peredaran darah. Selain itu, udara bersih yang kita hirup sangat baik untuk paru-paru.

7. Ide pokok dari bacaan diatas adalah.....
    A. Membiasakan bangun pagi dengan berolahraga
    B. Udara yang sejuk dan segar ditemukan dipagi hari
    C. Udara bersih sangat membantu paru-paru
    D. Memanfaatkan pagi hari dengan berolahraga

8. Kalimat yang sesuai dengan kalimat pada paragraf tersebut adalah....
    A. Memilih olahraga sesuai kemampuan
    B. Memanfaatkan bangun pagi dengan olehraga
    C. Menghindari udara dimalam hari
    D. Berolahgraga secara rutin setiap pagi

9. Kalimat tanya yang sesuai dengan paragraf diatas adalah....
    A. dimana tempat olahraga yang murah?
    B. bagaimana memanfaatkan udara pagi?
    C. mengapa tubuh memerlukan makanan yang bergizi?
    D. bagaimana caranya agar dapat merasakan udara yang sejuk dan segar?

10. Kesimpulan yang tepat untuk bacaan di atas adalah....
    A. Olahraga sangat bermanfaat bagi paru-paru dan tubuh
    B. Udara di pagi hari dapat digunakan untuk berolahraga melemaskan otot
    C. Udara di pagi hari merupakan udara yang sehar dan bermanfaat baik untuk paru-paru
    D. Olahraga yang mudah dan murah untuk melemaskan otot dan peredaran darah

11. Mengapa kita harus bangun di pagi hari?

12. Mengapa olahraga bermanfaat bagi tubuh?

IPA

13. Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan/beranak disebut....
     A. vivipar
     B. ovipar
     C. ovovivipar
     D. ovavipar

14. Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur adalah....
     A. tikus dan bebek
     B. ayam dan burung
     C. kucing dan anjing
     D. cicak dan buaya

15. Ciri fisik hewan tersebut tidak memiliki daun telinga dan kelenjar susu, hewan tersebut
      berkembangbiak dengan cara....
      A. bertelur
      B. beranak
      C. bertelur dan beranak
      D. tidak berkembangbiak

16. Perhatikan gambar berikut!


    Hewan tersebut berkembangbiak dengan cara....
    A. vegetatif
    B. bertelur
    C. beranak
    D. beranak dan mbertelur

17. Perkembangbiakan secara bertelur dan beranak dinamakan juga dengan perkembangbiakan ....

18. Sebutkan 3 contoh hewan yang berkembangbiakan dengan cara bertelur dan beranak!

IPS

19. ASEAN dibentuk berdasarkan deklarasi.....
     A. ASEAN
     B. Juanda
     C. Kuala Lumpur
     D. Bangkok

20. Kerjasama antara beberapa negara dalam satu kawasan disebut....
      A. kerjasama bilateral
      B. kerjasama multilateral
      C. kerjasama regional
      D. kerjasama antarnegara

21. Negara ASEAN yang belum pernah mengalami penjajahan adalah negara....
      A. Singapura
      B. Indonesia
      C. Malaysia
      D. Thailand

22. Sekretariat ASEAN berada di . . .
      A. Jakarta
      B. Bangkok
      C. Singapura
      D. Kuala Lumpur

23. ASEAN adalah kerjasama antar negara yang berada di kawasan …..

24. Jelaskan tujuan di bentuknya ASEAN!

Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta