Sumedang, 15 Februari 2019
Assalamu’alaikum
, Ayah…
Semoga di
Jakarta Ayah senantiasa ada dalam keadaan sehat wal’afiat.
Bunda tulis surat ini di ruang tamu depan bersama dede
bayi yang terus bergerak-gerak di perut bunda. Hehe. Alhamdulillah sebentar
lagi insyaAllah kita akan menjalani fase baru dalam hidup, menjadi orang tua
dari bayi yang insyaAllah akan segera lahir.
Ayah, surat ini ditulis di hari lahir Ayah bukan berarti
Bunda spesialkan hari ini yang pada umumnya orang-orang identikkan dengan
perayaan dan hadiah-hadiah.
Bunda hanya ingin kita punya satu atau beberapa waktu
dimana kita saling memberikan perhatian dan kepedulian sebagai bentuk kasih
sayang dalam sebuah keluarga, meski hanya dengan sesuatu yang sederhana. Tanpa
rasa canggung ataupun malu untuk saling mengungkapkannya. Terlebih dengan
anak-anak kita nanti, insyaAllah.
Ayah, bunda ucapkan banyak terima kasih atas semua yang
sudah Ayah berikan semenjak kita menikah. Bunda minta maaf, lebih banyak bunda
mengeluh daripada bersyukur dan berterima kasih atas apa yang sudah Ayah
berikan ke bunda. Bunda tau, Ayah sudah sangat berusaha memberikan perhatian,
memberikan apa yang bunda inginkan dari Ayah, tapi dibandingkan mensyukurinya,
lebih sering bunda mengeluh dengan sikap ayah yang masih belum sesuai harapan
bunda. Maaf ya
Ayah…Semoga
mulai dari surat pertama ini, mulai hari ini, kita akan lebih saling mengasihi,
menyayangi, juga saling memberikan yang terbaik dalam segala hal. Saling
mengingatkan dalam kebaikan, dan terus berusaha memperbaiki diri masing-masing
hingga pantas menjadi teladan untuk dede bayi nanti.
Semoga Allah SWT memperkenankan kita menjadi orang tua
yang baik, memperluas rezeki kita sebagai bekal beribadah kepada-Nya, dan
senantiasa menjaga dan menuntun langkah kita hingga kita selamat di dunia juga
di akhirat-Nya kelak.
Ke depannya, doakan dan tolong bimbing bunda agar bisa
menjadi ibu dan istri yang baik untuk Ayah dan dede bayi ya... Bisa membagi
waktu dengan baik meskipun nanti harus terbagi dengan tugas mengajar di
sekolah. Mudah-mudahan juga segera kita punya rumah lagi untuk kita sekeluarga
tempati ya Ayah,,, hehe.
Ayo kita semangat mulai dengan belajar membagi waktu
dengan baik ya Ayah, kita saling ingatkan… Sedikit demi sedikit saja, asalkan
kita tidak berhenti untuk terus mau belajar memperbaiki diri sampai batas waktu
kita habis saat harus menghadap-Nya nanti. Semoga Allah senantiasa membimbing
dan meridhoi keluarga kita. Aamiin yaa robbal’Alamiin.
Salam
rindu dan sayang dari Bunda dan Dede di Sumedang.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.


No comments:
Post a Comment