Saturday, July 13, 2019

KURIKULUM 2013 Untuk Satuan Pendidikan Tingkat SD



BAB I
PENDAHULUAN

A.         Latar  Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
Kurikulum 2013 memiliki tujuan khusus untuk mempersiapkan generasi baru dan penerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.  Untuk itu, perancangan kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan siswa saat ini dan di masa depan yang dinamis ditengah pengaruh globalisasi dan kemajemukan masyarakat Indonesia. 
Memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia itu, misi dan orientasi kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan dengan tujuan khusus agar siswa memiliki kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan masyarakat di masa kini dan di masa mendatang. Kompetensi yang dimaksud meliputi tiga kompetensi, yaitu: (1) menguasai pengetahuan; (2) memiliki keterampilan atau kemampuan menerapkan pengetahuan; (3) menumbuhkan sikap spiritual dan etika sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Mata pelajaran yang diajarkan secara tematik di sekolah dasar (SD) meliputi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu pengaetahuan alam (IPA), Ilmu pengetahuan sosial (IPS), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Mata pelajaran PPKn memiliki tujuan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh 4 substansi inti kebangsaan yaitu (1) Pancasila, sebagai dasar negara; (2) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bentuk final Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan tanah tumpah darah Indonesia; (4) Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud komitmen keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang utuh dan kohesif secara nasional. Pembelajaran PPKn dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran langsung (direct teaching). Selain itu, mata pelajaran PPKn diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam bersikap sebagai warganegara termasuk keteguhan, komitmen, dan tanggung jawab.  Sikap sebagai warganegara itu terbentuk dari pengetahuan kewarganegaraan yang yang dipraktikkan dengan berpartisipasi menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Pembelajaran bahasa Indonesia di SD memiliki cakupan penggunaan bahasa secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Selain itu, siswa di SD dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial, memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran tidak langsung (indirect teaching). Penekanan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memberikan kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan secara efektif. Kemampuan berkomunikasi ini mensyaratkan peserta didik untuk mencari informasi di sekitarnya, melalui membaca buku, membaca koran, mendengarkan berita, menonton video, dan lainnya. 
Pada mata pelajaran matematika di SD ada tiga yaitu bilangan (bilangan cacah,  bulat, prima, pecahan, kelipatan dan faktor, pangkat dan akar sederhana), geometri dan pengukuran (bangun datar dan bangun ruang, hubungan antar garis,  pengukuran (berat, panjang, luas,  volume, sudut, waktu, kecepatan, dan debit, letak dan koordinat suatu benda),  serta statistika (menyajikan dan menafsirkan data tunggal) dalam penyeleaian  masalah kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika di SD diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber, mampu merumuskan masalah bukan hanya menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, pembelajaran diarahkan untuk melatih siswa berpikir logis dan kreatif bukan sekedar berpikir mekanistis serta mampu bekerja sama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran matematika dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilaksanakan melalui Pembelajaran tidak langsung (indirect teaching).
Ruang lingkup materi mata pelajaran IPA SD mencakup enam lingkup sains yaitu kerja ilmiah dan keselamatan kerja, makhluk hidup dan sistem kehidupan (bagian tubuh manusia dan perawatannya, makhluk hidup di sekitarnya, tumbuhan, hewan, dan manusia), energi dan perubahannya (gaya dan gerak, sumber energi, bunyi, cahaya, sumber daya alam, suhu dan kalor, rangkaian listrik dan magnet),  materi dan perubahannya (ciri benda, penggolongan materi perubahan wujud), bumi dan alam semesta (rorasi dan revolusi bumi, cuaca dan musim, dan sistem tata surya), serta sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (dampak perubahan musim terhadap kegiatan sehari-hari, lingkungan dan kesehatan, dan sumber daya alam). Ilmu Pengetahuan Alam di SD/MI kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran di SD  dilakukan secara terpadu antar mata pelajaran yang diikat oleh tema tertentu. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut
Materi IPS di SD diawali dari pengenalan lingkungan dan masyarakat terdekat, mulai kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Antara satu wilayah dengan wilayah lainnya memiliki koneksi. Lingkungan internasional di lingkup SD dibatasi pada pengenalan lingkungan ASEAN. Mata pelajaran IPS bertujuan untuk menghasilkan warganegara yang religius, jujur, demokratis, kreatif, kritis, senang membaca, memiliki kemampuan belajar, rasa ingin tahu, peduli dengan lingkungan sosial dan fisik, berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan sosial dan budaya, serta berkomunikasi secara produktif.  Ruang lingkup IPS terdiri atas pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dikembangkan dari masyarakat dan disiplin ilmu sosial.  Penguasaan keempat konten ini dilakukan dalam proses belajar yang terintegrasi melalui proses kajian terhadap konten pengetahuan. 
Pada jenjang Sekolah Dasar kelas I, II dan III muatan IPS diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia,  sedangkan untuk kelas IV sampai kelas VI, IPS menjadi mata pelajaran tersendiri tetapi pembelajarannya dilakukan secara tematik terpadu dengan mata pelajaran lainnya. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut
Di SD pembelajaran SBdP bersifat rekreatif melalui eksperimentasi, keberanian mengutarakan pendapat serta dapat dilaksanakan secara terpadu maupun single subject. Terpadu dalam bentuk mencipta karya seni yang dikaitkan dengan pengetahuan lain dan rasionalisasi penciptaannya, di dalamnya memuat sikap (perilaku, apresiatif, toleransi dan bertanggung jawab penuh), keterampilan (bersifat fragmatis, aplicable, dan teknologis-sistemis), pengetahuan (kemampuan merekronstruksi dan mengungkapkan kembali ide dan gagasan secara sistematis).
Ruang lingkup SBdP di SD meliputi dinamika gerak, karya dekoratif, menampilkan pola irama dan  membuat karya dari bahan alam, berkarya seni estetis melalui kegiatan apresiasi dan kreasi berupa gambar cerita dan reklame, interval nada, tari kreasi daerah, membuat kolase, topeng dan patung dengan memperhatikan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Pembelajaran berbagai aktivitas di dalam PJOK pada satuan pendidikan SD diarahkan untuk mencapai kompetensi dalam penyempurnaan dan pemantapan pola gerak dasar, pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat pada kelas rendah dari kelas I sampai kelas III melalui berbagai permainan sederhana dan tradisional, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan, sedangkan pada kelas tinggi dari kelas IV sampai kelas VI pengembangan pola gerak dasar menuju kesiapan gerak spesifik, pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik, beladiri, senam, gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Mata pelajaran PJOK pada kelas tinggi yatu kelas IV, V dan VI dibelajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri.
Kurikulum pada SDN Duri Kosambi 06 Pagi merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh pendidik dan tenaga kependidikan serta stake holders yang dilakuakan dengan bimbingan nara sumber dari tim pengembang kurikulum (PUSKUR), suku dinas pendidikan dasar kota administrasi Jakarta Barat sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan peyusunan kurikulum dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum
Kurikulum SDN Duri Kosambi 06 Pagi disusun sebagai acuan pelaksanaan pendidikan di SDN Duri Kosambi 06 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 6 Ayat (1) yang menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk:
1.      belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2.      belajar untuk memahami dan menghayati,
3.      belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
4.      belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
5.      belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Berdasarkan cakupan kelompok mata pelajaran tersebut, dapat dipaparkan tujuan pengembangan kurikulumnya adalah sebagai berikut.
1.      Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
2.      Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia.
3.      Mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.
4.      Meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.
5.      Meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum SDN Duri Kosambi 06 Pagi dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan kurikulum Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP dengan memperhatikan pertimbangan komite sekolah. Penyusunan kurikulum dikoordinasikan dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi.
Kurikulum SDN Duri Kosambi 06 Pagi dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
           1.       Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
         2.         Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.    
         3.         Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
         4.         Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
         5.         Menyeluruh dan Berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
         6.         Belajar Sepanjang Hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
         7.        Seimbang Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
      8.            Mengedepankan Pendidikan Budaya Karakter Bangsa
Mengedepankan Pendidikan Berkarakter adalah penting karna suksesnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh pembentukan karakter bangsa itu sendiri.Pendidikan karakter dilaksanakan secara berkesinambungan dan melalui proses pembelajaran serta pembiasaan untuk membentuk watak yang menjung – jung tinggi nilai – nilai luhur bangsa sehingga menjadikan peserta didik sebagai manusia seutuhnya yang mandiri

BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN DASAR, VISI, MISI,
DAN  TUJUAN SEKOLAH

A.   Tujuan Pendidikan Dasar
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

B.    Visi  Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi
Unggul dalam Prestasi berdasarkan Iman dan Taqwa

C.    Misi Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi
1.      Pembinaan karakter bangsa melalui kegiatan keagamaan.
1.1.        Tadarus surat-surat pendek setiap hari
1.2.        Sholat Zuhur berjamaah
1.3.        Peringatan hari besar keagamaan
1.4.        Kultum dan Pembacaan Surat Yasin setiap hari Jum’at
2.      Melaksanakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif menyenangkan
3.      Pembinaan karakter bangsa melalui kamis sehat ( senam masal Pendidik dan tenaga kependidikan, Jum’at bersih dengan melakukan PSN )
4.      Melaksanakan kegiatan karakter bangsa melalui ekstrakurikuler
5.      Melaksanakan kegiatan mendukung Program Global Warning ( Go Green )

D.   Tujuan Sekolah
Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
1.         Menjadikan manusia yang terpuji dan berakhlaq
2.         Meningkatnya pengamalan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya
3.         Tercapainya cita – cita untuk masa depan
4.         Menghasilakan lulusan yang nilainya diatas SMKL yang telah ditetapkan.
  
BAB III
MUATAN KURIKULUM

A.   Muatan Kurikulum
Muatan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada tabel berikut ini:

Cakupan Kelompok Mata Pelajaran
No
Kelompok Mata Pelajaran
Cakupan
1.
Agama dan Akhlak Mulia
·           Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2.
Kewarganegaraan dan Kepribadian
·         Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
·         Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
·           Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapre- siasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
4.
Estetika
·           Kelompok mata pelajaran estetika dimaksud -kan untuk meningkatkan sensitivitas, kemam- puan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresi kan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.




Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.

B. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran, sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian serta pengembangan bakat, minat dan keunikan diri peserta didik yang dilakukan melalui :
1.      Kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan secara terprogram di dalam dan di luar kelas serta layanan yang bersifat insidental kepada peserta didik berkenaan dengan masalah diri pribadi,dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir.
Pengembangan diri melalui bimbingan dan konseling adalah layanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan, kelompok, agar mampu dan mandiri berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial,  kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Pola kerja bimbingan dan konseling adalah ”Pola 7 Plus”. Berdasarkan SKB Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No. 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, maka tugas pokok Konselor di sekolah adalah :
1). Menyusun program bimbingan dan konseling, yaitu rencana layanan dalam bidang :
v  Pengembangan kehidupan pribadi,
v  Pengembangan kehidupan sosial,
v  Pengembangan kemampuan belajar,
v  Pengembangan karir
2). Melaksanakan program bimbingan dan konseling dengan memperhatikan fungsi :
v  Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik  memahami diri dan lingkungannya.
v  Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik agar  mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai   permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
v  Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik  mengatasi masalah yang dialaminya.
v  Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
v  Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
3). Melaksanakan kegiatan mengacu pada 9 pola layanan yaitu :
v  Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
v  Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karier/jabatan dan pendidikan lanjutan.
v  Penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu pesera didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat didalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang dan kegiatan ekstra kurikuler.
v  Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga dan masyarakat.
v  Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
v  Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karier/jabatan dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
v  Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau fihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
v  Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
4).  Mengevaluasi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling
5).  Menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling
6).  Menindaklanjuti hasil analisis.
7).   Konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling  memperhatikan tugas perkembangan peserta didik.
2.   Tugas perkembangan peserta didik  SD/SDLB :
v  Menanamkan dan mengembangkan kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
v  Mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung
v  Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari
v  Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya
v  Belajar menjadi pribadi yang mandiri
v  Mempelajari keterampilan fisik sederhana yang diperlukan baik untuk permainan maupun kehidupan
v  Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman perilaku
v  Membina hidup sehat, untuk diri sendiri, dan lingkungan serta keindahan
v  Belajar memahami diri sendiri dan orang lain sesuai dengan jenis kelaminnya dan menjalankan peran tanpa membedakan jenis kelamin
v  Mengembangkan sikap terhadap kelompok, lembaga sosial, serta tanah air bangsa dan negarak. Mengembangkan pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan
3.   Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara terjadwal di luar kelas oleh guru – guru pembina ekstra kurikuler, dikoordinir oleh seorang guru. Pengembangan diri melalui kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan disekolah.
Prinsip - prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah:
v  Individual, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik secara individual.
v  Pilihan, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
v  Keterlibatan aktif, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
v  Menyenangkan, yaitu kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang mengembirakan dan menimbulkan kepuasan peserta didik.
v  Etos kerja, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
v  Kemanfaatan sosial, yaitu kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Pengembangan diri melalui kegiatan Ekstra Kurikuler antara lain dengan kegiatan:
v  Krida, meliputi Kepramukaan, Dokter Kecil, Drumband, Pasukan Pengibar Bendera  Pusaka (PASKIBRAKA).
v  Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, keagamaan.
v  Seminar, lokakarya, dan pameran, dengan substansi antara lain karier, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.
v  Kegiatan lapangan, meliputi kegiatan yang dilakukan di luar sekolah berupa kunjungan ke obyek-obyek tertentu.
Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksankan di Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi Pagi sesuai minat dan bakat  siswa yang terdiri atas :
a.           Kewiraan
(Pengembangan kemandirian, disiplin, tanggungjawab, kepedulian, dll)
         1)  Pramuka
   2)  Paskibra
                        3)  Drumband
b.           Olah Raga ( Pengembangan sportivitas)   
1)      Futsal
2)      Basket
3)      Bulu Tangkis
4)      Sepak Bola
c.             Seni
(Pengembangan kreativitas, cinta tanah air, kerja keras, kebersamaan, dll)
1.      Seni Tari
2.      Seni musik
3.      Paduan Suara
4.      Marawis
5.      Seni Baca Al-Qur’an
d.           Keterampilan (Pengembangan Kemandirian, dlll)
1.      KIM IPA
2.      KIM Matematika
4.      Pembiasaan yang ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan yang baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembiasaan melalui kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan, semua guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian dan kebiasaan positif. Peran Konselor dalam hal ini memberikan bimbingan dan konseling, arah  pengembangan kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian prilaku mereka melalui pengamatan guru-guru terkait.
Pengembangan diri melalui kegiatan pembiasaan adalah membiasakan perilaku  positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan diri melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal / tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembiasaan terdiri :
1). Kegiatan rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan secara reguler dan terus menerus di sekolah. Tujuannya untuk membiasakan siswa melakukan sesuatu dengan baik.
Kegiatan yang termasuk kegiatan rutin :
a). Membiasakan melaksanakan upacara bendera dengan hidmat.
b). Membiasakan beribadah sesuai agama dan kebiasaannya,
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
v  Kelas pagi membiasakan membaca surat – surat pendek
v  Kelas siang membiasakan sholat duhur dan ashar berjamaah
v  Siswa yang beragama non muslim disesuaikan dengan kebiasaannya.
v  Membiasakan olah raga/senam bersama
v  Membiasakan memelihara kebersihan kelas, tanaman, dan lingkungan sekolah bersama-sama
v  Membiasakan melaksanakan kegiatan belajar tertib efektif bersama
v  Membiasakan berpakaian seragam sekolah bersih dan rapi setiap hari sesuai jadwal
v  Membiasakan bersaing kompetitif dalam berprestasi
2). Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh waktu, tempat dan ruang. Hal ini bertujuan memberikan pendidikan secara spontan, terutama dalam membiasakan bersikap sopan santun, dan sikap terpuji lainnya.
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
v  Membiasakan mengucapkan salam dan bersalaman kepada guru, karyawan dan sesama siswa
v  Membiasakan bersikap sopan santun
v  Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
v  Membiasakan antri
v  Membiasakan menghargai pendapat orang lain
v  Membiasakan minta izin masuk/keluar kelas atau ruangan
v  Membiasakan menolong atau membantu orang lain
v  Membiasakan menyalurkan aspirasi melalui media yang ada di sekolah, seperti Majalah Dinding dan Kotak Curhat BK.
v  Membiasakan konsultasi kepada guru pembimbing dan atau guru lain sesuai kebutuhan.
3). Kegiatan Terprogram ialah kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan/jadwal yang telah ditetapkan. Membiasakan kegiatan ini artinya membiasakan  sisswa dan personil sekolah akatif dalam melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.
Kegiatan yang dilakukan berupa:
v  Kegiatan PORSENI
v  Kegiatan Lomba Mata Pelajaran, seperti olimpiade matematika, pesona dll
v  Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme
§  Peringatan Hari Kemerdekaan RI
§  Peringatan Hari Pahlawan
§  Peringatan Hari Pendidikan Nasional
§  Peringatan Hari Kartini
4). Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan contoh (idola)

C. Pengaturan Beban Belajar
1.      Beban belajar pada satuan pendidikan SD/SDLB menggunakan sistem paket
2.      Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
3.      Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap.
4.      Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum 4 (empat) jam pelajaran per minggu secara keseluruhan.
5.      Bagi sekolah-sekolah yang memiliki ciri khusus dapat menambah jam pelajaran sesuai kebutuhan sekolah, guna menambah mata pelajaran Muatan Lokal Berdasarkan Ciri Khusus Sekolah atau bahan ajar muatan lokal sesuai ciri khusus sekolah masing-masing.
6.      Pemanfaatan jam pelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.
7.      Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/SDLB 0% - 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
8.      Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
9.      Alokasi waktu untuk praktik:
·         Dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
·         Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
10. Beban belajar yang digunakan di Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam Struktur  kurikulum, yaitu :

Kelas
Satu jam pembelajaran tatap muka/menit
Jumlah jam pembelajaran per-minggu
Minggu efektif Per-tahun ajaran
Waktu pembelajaran/jam per-tahun


Jumlah jam per tahun (@60 menit)
I
35
29
36
35.280
588
II
35
29
36
36.540
609
III
35
32
36
37.800
630
IV
35
36
36
45.360
756
V
35
36
36
45.360
756
VI
35
36
36
47.880
798


D.   Ketuntasan Belajar
1.      Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 - 100%.
2.      Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%.
3.      Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan:
a.      Kompleksitas    ( tingkat keluasan dan kedalaman SK, KD, Indikator  )
b.      Daya dukung    ( ketersediaan sarana prasarana, SDM, anggaran, dll)
c.      Intake                ( tingkat kemampuan rata-rata peserta didik)
4.      Langkah menentukan KKM setiap mata pelajaran:
a.      Menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator
b.      Menentukan skor  setiap aspek penentu KKM indikator dengan rentang   40 – 100
c.      Menentukan KKM indikator dengan menghitung skor perolehan dibagi jumlah aspek
d.     Menentukan KKM Kompetensi Dasar dengan menghitung rata-rata KKM indikator untuk Kompetensi Dasar tertentu.
e.      Menentukan KKM Standar Kompetentensi dengan menghitung rata-rata KKM Kompetensi Dasar untuk Standar Kompetensi tertentu.
f.       Menentukan KKM Mata pelajaran tertentu pada kelas tertentu.dengan menghitung rata-rata KKM Standar Kompetensi yang terdapat pada mata pelajaran tersebut pada kelas tertentu.
g.      Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) setiap mata pelajaran setiap kelas ditetapkan dengan Keputusan Kepala Sekolah melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan saran dari komite sekolah.
h.     Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) setiap mata pelajaran setiap kelas sebagai berikut:

                        Kriteria Ketuntasan Minimal Setiap Mata Pelajaran                             Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi

No
Mata Pelajaran
KKM Kelas
KKM SP
I
II
III
IV
V
VI
A
Muatan Nasional














1
Pendidikan Agama
70
70
70
70
70
70
65
2
Pendidikan Kewarganegaraan
68
70
70
70
70
70
65
3
Bahasa Indonesia
68
70
70
70
70
70
65
4
Matematika
68
68
65
65
65
65
65
5
Ilmu Pengetahuan Alam
-
-
70
70
70
70
65
6
Ilmu Pengatahuan Sosial
-
-
70
70
70
70
65
7
Seni Budaya dan Keterampilan
70
70
70
70
70
70
65
8
Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan
75
75
75
75
75
75
65


Jumlah
419
423
560
560
560
560




Rata-rata
69
70
70
70
70
70



                
Sekolah telah menyosialisasikan Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) setiap mata pelajaran per kelas kepada seluruh stake holder. Sekolah juga selalu berusaha meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan maksimal.
Siswa yang belum mencapai batas ketuntasan minimal sebagaimana ditetapkan pada tabel tersebut diwajibkan menempuh perbaikan (remidial) hingga 2 (dua) kali sehingga batas ketuntasan minimal dapat tercapai.
Siswa yang telah mencapai atau melampaui batas ketuntasan minimal diberikan pengayaan dan pengembangan materi lebih lanjut (develompental) sehingga mencapai pengembangan potensi maksimal.

E.  Kenaikan Kelas dan Kelulusan
1.  Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah, dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut:
v  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
v  Kehadiran dalam tatap muka minimum 90% (sembilan puluh persen) dari jumlah Hari Belajar Efektif selama 1 (satu) tahun pelajaran
v  Memperoleh nilai minimum baik pada aspek kepribadian.
v  Memperoleh nilai minimum sesuai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran pada kelas yang diikuti
v  Mata pelajaran yang mendapat nilai di bawah KKM tidak boleh lebih dari 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah mata pelajaran pada kelas yang diikuti.
2.  Kelulusan
a.  Kelulusan dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
b.   Kriteria kelulusan diatur oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah, dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut:
v   Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
v   Kehadiran dalam tatap muka minimum 90% (sembilan puluh persen)  dari jumlah Hari Belajar Efektif selama 1 (satu) tahun pelajaran berjalan.
v   Memperoleh nilai minimal Baik  untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran  Agama dan Akhlaq mulia, Kewarganegaraan dan kepribadian, Estetika, Jasmani Olahraga dan kesehatan.
v   Lulus Ujian Nasional
3).Kriteria Batas Nilai Minimal Kelulusan mengikuti ketentuan yang diatur dalam  Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian yang dikeluarkan oleh BSNP.
  4).Sekolah akan menyosialisasikan Kriteria Batas Nilai Minimal Kelulusan setiap mata pelajaran per kelas kepada seluruh stake holder pada pertengahan semester kedua tahun pelajaran berjalan.

F.   Pendidikan Kecakapan Hidup
Kurikulum Dasar Sekolah Negeri Duri Kosambi 06 Pagi memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. Pendidikan kecakapan hidup diperoleh peserta didik dari sekolah dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.
Pendidikan kecakapan hidup merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Pendidikan kecakapan hidup dilakukan melalui kegiatan intra/ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek pengembangan diri, yang materinya menyatu pada sejumlah mata pelajaran yang ada.
Penentuan isi dan bahan pelajaran kecakapan hidup dikaitkan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan agar peserta didik mengenal dan memiliki bekal dalam menjalankan kehidupan dikemudian hari. Isi dan bahan pelajaran tersebut menyatu dalam mata pelajaran yang terintegrasi sehingga secara struktur tidak berdiri sendiri.
Menurut konsepnya, kecakapan hidup dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
a.   Kecakapan hidup generik (generic life skill/GLS), dan
b.   Kecakapan hidup spesifik (specific life skill/SLS).
Kecakapan hidup generik terdiri atas kecakapan personal (personal skill), dan kecakapan sosial (social skill). Kecakapan personal mencakup kecakapan dalam memahami diri (self awareness skill) dan kecakapan berpikir (thinking skill). Kecakapan mengenal diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sebagai anggota masyarakat dan warga negara, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sekaligus sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi lingkungannya. Kecapakan berpikir mencakup antara lain kecakapan mengenali dan menemukan informasi, mengolah, dan mengambil keputusan, serta memecahkan masalah secara kreatif. Sedangkan dalam kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
Kecakapan hidup spesifik adalah kecakapan untuk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu. Kecakapan ini terdiri dari kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional (vocational skill). Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kecakapan vokasional terbagi atas kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill).
Konsep kecakapan hidup sebagaimana telah dijelaskan di atas, dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Personal skill
Social skill
Academic skill
Vocational skill
Berpikir rasional
Mengenal diri
Generic life skill
Specific life skill



Text Box: LIFE SKILL
 











Keberhasilan pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup sangat ditentukan oleh program/rancangan yang disusun sekolah dan kreativitas guru dalam merumuskan dan menentukan metode pembelajarannya.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan program pembelajaran sebagai berikut:
a.      Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar
b.      Mengidentifikasi bahan kajian/materi pembelajaran
c.      Mengembangkan indikator
d.     Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bermuatan kecakapan hidup
e.      Menentukan bahan/alat/sumber yang digunakan
f.       Mengembangkan alat penilaian yang sesuai dengan aspek kecakapan hidup
Pendidikan kecakapan hidup dikembangkan  dengan prinsip sebagai  berikut:
a.      Pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh baik keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia
b.      Mengakomodasi semua mata pelajaran untuk dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, serta meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama dengan mempertimbangkan norma-norma agama yang berlaku
c.      Memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat dan bakat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya
d.     Sesuai tuntutan dunia kerja dan kebutuhan kehidupan
Program kecakapan hidup hendaknya memungkinkan untuk membekali peserta didik dalam memasuki dunia kerja/usaha serta relevan dengan kebutuhan kehidupan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
e.      Kecakapan-kecakapan yang perlu dikembangkan mencakup: kecakapan personal, sosial, akademis, dan vokasional
f.       Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
g.      Mempertimbangkan lima kelompok mata pelajaran berikut:
v   Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
v   Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
v   Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
v   Kelompok mata pelajaran estetika
v   Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Pendidikan kecakapan hidup mengarah kepada kecakapan yang harus dimiliki oleh siswa agar mampu mandiri bagi siswa Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi minimal :
a.      Kelas I   =  1)  Siswa dapat mandi sendiri dengan bersih
                         2) Siswa dapat memakai baju 
b.      Kelas II =   1) Siswa dapat memakai sepatu bertali sendiri
                          2) Siswa dapat menyiapkan buku pelajaran
c.      Kelas III =  1) Siswa dapat menyapu lantai sampai bersih di sekolah
                          2) Siswa dapat mengepel lantai sampai bersih di sekolah
d.     Kelas IV =  1) Siswa dapat membantu pekerjaan di rumah seperti mencuci 
      peralatan makan, menyapu, dan mengepel lantai,menyiram tanaman.
e.      Kelas V   = 1) Siswa dapat mencuci pakaian
                          2) Siswa dapat menggosok pakaian
f.       Kelas VI  = 1) Siswa dapat memasak makanan sederhana sendiri
                          2) Siswa dapat menjahit jelujur dan memasang kancing baju

G.  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
1.      Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
2.      Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
3.      Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
4.      Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.
5.      Pendidikan berbasis keunggulan lokal Dasar Sekolah Negeri Duri Kosambi 06 Pagi yang berlokasi di wilayah Kelurahan Duri Kosambi. Di kelurahan ini memiliki kekhasan sebagai daerah perbatasan wilayah, maka untuk menyikapi tantangan yang dihadapi saat ini, peserta didik dituntut memiliki kemampuan pendidikan berwawasan lokal diantaranya :
-       Seni Tari yang sering digunakan untuk mengiringi acara perpisahan kelas VI dilatihkan kepada peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler dan
-       Seni baca Al-Qur’an
6.      Pendidikan berbasis keunggulan global. Menyikapi tantangan era global yang semakin besar dan  arus informasi yang semakin cepat serta persaingan semakin kuat, maka dipersiapkan sejak dini berbagai kegiatan yang menunjang diantaranya :
-       Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan tentang kemajuan teknologi informatika melalui internet.
-       Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional lebih ditingkatkan lagi.

H.    Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SD
Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi mengacu kepada Peraturan Menteri pendidikan nasioan Republik Indonesia No 23 tahun 2006 sebagai berikut:
1)        Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
2)        Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
3)        Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
4)        Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
5)        Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
6)        Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik
7)        Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
8)        Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
9)        Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
10)    Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
11)    Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
12)    Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya  lokal
13)    Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
14)    Berkomunikasi secara jelas dan santun
15)    Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
16)    Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
17)    Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

I. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP)
Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) selengkapnya adalah sebagai berikut:
1.      Agama dan Akhlak Mulia
1.   Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
2.   Menunjukkan sikap jujur dan adil
3.   Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
4.   Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
5.   Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
6.   Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan
2.      Kewarganegaraan dan Kepribadian
1.            Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
2.            Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
3.            Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
4.            Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
5.            Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
6.            Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
7.            Berkomunikasi secara santun
8.            Menunjukkan kegemaran membaca
9.            Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
10.        Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
11.        Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal
3.      Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
1.            Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
2.            Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik
3.            Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
4.            Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
5.            Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
6.            Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan  berhitung
7.            Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
4.      Estetika   
Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
5.      Jasmani, Olah Raga,  dan Kesehatan
1.   Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang
2.   Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

J.    Standar Kompetensi Lulusan SD/MI
a.      Pendidikan Agama Islam SD/MI
1.      Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
2.      Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar
3.      Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta  menghindari perilaku tercela
4.      Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji
5.      Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi
b.      Pendidikan Agama Kristen SD
1.            Memahami kasih Allah melalui keberadaan dirinya
2.      Menanggapi kasih Allah dengan mengasihi orangtua, keluarga dan teman
3.      Beribadah kepada Tuhan sebagai ucapan syukur melalui doa dan membaca Alkitab
4.            Memelihara ciptaan Allah lainnya dalam hidup sehari-hari
c.      Pendidikan Agama Katolik SD
1.      Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai karunia Tuhan dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan berdoa, bernyanyi serta melakukan perbuatan-perbuatan nyata
2.      Peserta didik memahami dan mencintai Allah sebagai Bapa Pencipta dan Penyelenggara seperti dikisahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan meneladani Yesus Kristus sebagai Penyelamat hidup umat manusia.
3.      Peserta didik memahami Gereja sebagai  persekutuan Umat Allah dan sebagai Sakramen keselamatan yang diutus ke dalam dunia dan Roh Kudus yang diutus Yesus sebagai jiwa Gereja yang  senantiasa menyertainya.
4.      Peserta didik memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat sebagai perwujudan imannya.

d.     Pendidikan Agama Hindu SD
1.      Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Maha Pencipta, Tri Murti, Tri Purusa dan Cadhu Sakti
2.      Memahami ajaran Panca Sradha dan Tri Sarira
3.      Memahami ajaran Susila yang meliputi: Tri Kaya Parisudha, Tri Mala, Catur Paramita, Tri Parartha, Panca Yama, Panca Nyama Bratha, Catur Guru, Dasa Yama dan Dasa Nyama Bratha dalam kehidupan sehari-hari
4.      Mendemonstrasikan pemahaman sikap-sikap sembahyang Tri Sandhya dan sarana sembahyang
5.      Menerapkan Panca Yadnya secara Nitya Karma dan Naimitika Karma dalam kehidupan sehari-hari
6.      Memahami Weda sebagai kitab suci dan wahyu Sang Hyang Widhi (Tuhan)
7.      Memahami orang suci agama Hindu dan tugas dan kewajiban orang suci
8.      Memahami hari-hari suci keagamaan dan dasar-dasar hari suci (Wariga)
9.      Mengenal pemimpin yang baik dan patut diteladani di wilayahnya
10.  Memahami Bhuana Agung dan Bhuana Alit
11.  Memahami tari-tari Keagamaan, lagu-lagu kerohanian (Yadnya), dan sejarah perkembangan Hindu sebelum dan sesudah kemerdekaan
e.      Pendidikan Agama Budha SD
1.      Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila), meditasi (samadhi), dan kebijaksanaan (panna)
2.      untuk memahami dan meyakini agamanya serta menerapkannya dalam bertutur, berbuat dan berperilaku
3.      Memiliki kemampuan dasar Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya
4.      Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran
5.      Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha, Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha
6.      Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah
7.      Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama
8.      Memahami lambang-lambang agama Buddha
9.      Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP
f.       Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI
1.      Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan
2.      Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah
3.      Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah
4.      Memahami hidup tertib dan gotong royong
5.      Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis
6.      Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai pancasila
7.      Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerah maupun pusat
8.      Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia, dengan kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, dan menghargai keputusan bersama
9.      Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa
10.   Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri
g.      Bahasa Indonesia SD/MI
1.      Mendengarkan
Memahami wacana lisan  berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat
2.      Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana,    wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng,  pantun, drama, dan puisi.

3.      Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama
4.      Menulis
Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun
h.     Matematika SD/MI
1.      Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya, serta  menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
2.      Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, serta  menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
3.      Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, debit, serta  mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
4.      Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan  menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
5.      Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus, serta  menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
6.      Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan
7.      Memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif
i.       Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI
1.      Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis
2.      Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan, serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia, upaya pelestariannya, dan interaksi  antara makhluk hidup dengan lingkungannya
3.      Memahami  bagian-bagian tubuh pada manusia, hewan, dan tumbuhan, serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup
4.      Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya, perubahan wujud benda, dan kegunaannya
5.      Memahami berbagai bentuk energi, perubahan dan  manfaatnya
6.      Memahami matahari sebagai pusat tata surya, kenampakan dan perubahan permukaan bumi, dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia
j.       Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI
1.      Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga
2.      Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga, serta kerja sama di antara keduanya
3.      Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
4.      Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
5.      Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional, keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
6.      Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
7.      Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benua-benua
8.      Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga, serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam
9.      Memahami peranan Indonesia di era global.




k.     Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI
Seni Rupa
1.      Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat
2.      Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat
3.      Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan, manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik
4.      Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas
5.      Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat
Seni  Musik
1.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat
2.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib, daerah dan Nusantara 
3.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat
Seni  Tari
1.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari daerah setempat
2.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara
3.      Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni  tari dan musik Nusantara
Keterampilan
1.      Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi
2.      Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame
3.      Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan
4.      Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan

l.       Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SD/MI
1.      Mempraktekkan gerak dasar lari, lompat, dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran, kerjasama, dan lain-lain
2.       Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi, senam kesegaran jasmani (SKJ), dan aerobik
3.       Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat, serta senam lantai
4.      Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
5.       Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot, kelenturan serta koordinasi otot
6.       Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan, piknik, dan lain-lain
7.      Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengenal makanan sehat, mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba.

No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta