Monday, June 10, 2019

LEMBAR KERJA MATERI PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR


LEMBAR KERJA MATERI PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR
KELOMPOK KOMPETENSI C (PEDAGOGIK)

Nama                           : Kurliah S.Pd
Kelas                           : V (Tinggi)
Tempat Tugas              : SDN Duri Kosambi 06 Pagi
Kelompok                   :

1.      Lengkapilah lembar kerja berikut dengan mengisi kolom-kolom yang kosong!

Kurikulum 2004 (KBK)
Kurikulum 2006 (KTSP)
Kurikulum 2013
Peraturan Menteri yang mendasari
Peraturan Mendiknas No. 24 Tahun 2006
PP No. 19/2005 Permendiknas No. 22, 23, 24 tahun 2006
PP No. 20, 21, 22, 23 Tahun 2016
Karakteristik standar kelulusan
·         Menekankan pada ketercapaian
·         Berorientasi pada hasil
·         Menggunakan metode bervariasi
·         Sumber belajar bukan hanya guru tapi edukatif
·         Penilaian menekankan pada proses
·         Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal
·         Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
·         Menggunakan metode bervariasi
·         Sumber belajar bukan hanya guru tapi edukatif
·         Penilaian menekankan pada proses
·         Sekolah dasar ditempuh selama enam tahun
·         Murid kelas 6 diwajibkan mengikuti ujian nasional
·         Lulus sekolah dasar dapat melanjutkan ke jenjang SMP (12 th)

Karakteristik standar isi
KBK memuat sejumlah kompetensi yang harus dicapai siswa dan kompetensi tersebut sebagai standar minimal atau kemampuan dasar
Standar isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran yang dirinci menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
Standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi lulusan melalui kompetansi inti yang bebas mata pelajaran
Karakteristik Penilaian
Penilaian menakankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi KBK menempatkan hasil dan proses belajar sebagai dua sisi
Penilaian otentik yaitu penilaian secara langsung bermakna dalam arti bahwa apa yang dinilai memang demikian sesungguhnya
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses kemajuan belajar dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan berdasarkan hasil belajar peserta didik dapat memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar
Pendekatan pembelajaran yang digunakan
Dengan metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa (kelompok edukatif, keagamaan dan kebermaknaan)
Pembelajaran langsung
·      Kontekstual
·      Berbasis masalah
·      Kooperatif
Pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu dari kelas 1 s.d kelas VI tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran kedalam berbagai tema
Tuntutan terhadap profesionalisme guru
Merencanakan pembelajaran meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan
Mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
Sebagai seorang pendidik yang profesional guru harus melaksanakan penilaian hasil belajar sebagaimana termaktub dalam UU No. 14 Tahun 2005

Apa kesimpulan anda tentang pengembangan dan pelaksanaan kurikulum ?

Sesuai dengan perkembangan teknologi yang se,akin berkembang di dunia terutama tentang kebutuhan ilmu pengetahuan didalam dunia pendidikan khususnya kurikulum harus terus disempurnakan, akan tetapi didalam penyempurnaannya kita harus dapat melihat kebutuhan bangsa kita. Kita tertinggal dari negara-negara tetangga terutama sarana dan prasarana yang mendukung perkembangan kurikulum yang diterapkan ketersediaan pasilitas dan SDM yang belum terlatih.

2.      Jelaskan mengenai penerapan pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu!
Jawab:
Pembelajaran Tematik Terpadu merupakan suatu penyajian pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran dengan Tema sebagai pemersatunya. Sementara karakteristik  keilmuan dari setiap materi pelajaran tidaklah sama maka khusus untuk penyajian pembelajaran terpadu dapat disajikan langkah dalam pendekatan saintifik sebagai berikut:

1.    Mengamati
Dalam penyajian pembelajaran, guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat mungkin bersifat kontekstual. 

2.    Menanya
Guru yang efektif seyogyanya mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal.  Dengan media gambar peserta didik diajak bertanya jawab kegiatan apa saja yang harus dilakukan peserta didik agar rumah dan lingkungannya menjadi  bersih dan sehat  sekaligus membedakan rumah yang bersih dan yang tidak bersih. (Eksplorasi)

3.    Menalar
Apabila dikaitkan dengan contoh yang disajikan diatas, maka Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 adalah untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.  Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemanan dari reasonsing, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari perspektif psikologi, asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan  antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. (Eksplorasi dan Elaborasi)

Contoh untuk kegiatan menalar ini bisa dengan gambar-gambar sebagai berikut:
No
Gambar
Kegiatan
di rumah
Kegiatan
di sekolah
Kegiatan
di lingkungan masyarakat
1.



Ö


2.







3.






4.






Peserta didik akan mengamati dan mengerjakan tugas dari guru dengan cara memberikan tanda cek ( √ )

4.    Mencoba
Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (Kelas I SD/MI) misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA yang ada di dalam Bahasa Indonesia dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. 
Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. (Eksplorasi dan elaborasi) Contoh: Peserta didik bisa diajak berdiri di tengah lapangan untuk mencoba dan mempraktekkan apakah bayang-bayang tubuh manusia bisa berjalan?
Dan pada pukul berapa bayang-bayang manusia menyatu dengan tubuh manusia?

5.    Mengolah
Pada tahapan mengolah ini peserta didik  sedapat mungkin dikondisikan belajar secara kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika  pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama.  Peserta didik secara bersama-sama, saling bekerjasama, saling membantu mengerjakan hasil tugas terkait dengan materi yang sedang dipelajari (Kegiatan Elaborasi). Hasil tugas  dikerjakan bersama dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru

6.    Menyimpulkan
Kegiatan menyimpulkan merupakan kelanjutan dari kegiatan  mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. 

7.    Menyajikan
Hasil tugas yang telah dikerjakan bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio yang di basukkan ke dalam file atau Map peserta didik terisi dari hasil pekerjaannya sendiri secara  individu.

8.    Mengkomunikasikan
Pada kegiatan akhir diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki.  Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana pada Standar Proses.

3.      Isilah soal berikut yang dalam bentuk teka-teki dengan jawaban yang tepat!
K
O
L
A
B
O
R
A
T
I
F








U




T


E










R

I


E


R










I

P
P
K
N


P










K

A


T
E
M
A
T
I
K







U




I


D

P








L

P
J
O
K


U

S








U

E
















M

N





P



MENDATAR


D
I
S
C
O
V
E
R
Y

1.   Pembelajaran yang me


E





R



     ngandalkan komunika


K





M



    si/mengomunikasikan


A





E



5.   Mata pelajaran tentang


T

S



N



     Pancasila dan kewarga


A

I







     negaraan
P
E
N
I
L
A
I
A
N



6.  Pendekatan pembelaja




A







     di sekolah dasar




B
A
H
A
S
A


8.  Pendidikan Jasmani




U







     Olah raga dan




S














MENURUN
1.      Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan belajar
2.      Jenis penilaian jika pendekatan pembelajarannya saintifik
3.      Tematik
4.      Ilmu Pengetahuan Alam
7.      Ilmu yang mempelajari tentang sosial
8.      Salah satunya adalah saintifik dalam kurikulum 2013
10.  Peraturan Menteri
12.  Rencana Pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu




Jakarta,   Oktober 2016


Mengetahui,

Pengawas TK/SD




(Nama)
NIP.

Kepala Sekolah
SDN Duri Kosambi 06 Pagi



Hj. Inayah, M.Pd.I
NIP. 196409021984032007


LEMBAR KERJA KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

KELOMPOK KOMPETENSI I (PEDAGOGIK)

Petunjuk :
Berilah tanda cek (Ö) pada kolom untuk karakteristik sesuai dengan pengamatan di sekolah masing-masing!

Mata Pelajaran            : Matematika
Nama                           : Kurliah S.Pd
Kelas                           : V (Tinggi)
Tempat Tugas              : SDN Duri Kosambi 06 Pagi
No
Karakteristik
Dilakukan
Keterangan
Ya
Tidak
1
Mata Pelajaran
Ö


2
Peserta Didik
Ö


3
Metode Pembelajaran
Ö


4
Media Pembelajaran
Ö


5
Materi Pelajaran
Ö


6
Pemahaman materi
Ö


7
Penyelesaian Soal
Ö


8
Kolaboratif

Ö

9
Keaktifan
Ö


10
Sumber belajar

Ö






Jakarta,   Oktober 2016


Mengetahui,

Pengawas TK/SD




(Nama)
NIP.

Kepala Sekolah
SDN Duri Kosambi 06 Pagi



Hj. Inayah, M.Pd.I
NIP. 196409021984032007





LEMBAR KERJA PEMANFAATAN TIK UNTUK PEMBELAJARAN DI SD

KELOMPOK KOMPETENSI I (PEDAGOGIK)

Mata Pelajaran            : Matematika
Nama                           : Kurliah S.Pd
Kelas                           : V (Tinggi)
Tempat Tugas              : SDN Duri Kosambi 06 Pagi
A.  Tuliskan nama aplikasi dengan lambang berikut!

Word / Microsoft Word


                                    Exel / Microsoft Exel
                                   


                                    Power Point
B.  Isilah tabel berikut !
No
Simbol
Nama Icon
Fungsi Icon
1
Orientation
Untuk menentukan bentuk atau posisi kertas baik potrait maupun landscape
2
Table
Untuk membuat data berupa tabel
3
Picture
Untuk memilih gambar yang dibutuhkan pada data
4
Shapes
Untuk memilih gambar yang berbentuk bangun datar dan sejenisnya
5
Paragraf
Untuk menentukan bais, baik rata kiri, rata kanan, rata keseluruhan maupun rata tengah
6
Undo
Untuk mengembalikan data yang telah ditinggalkan sebelumnya



Jakarta,   Oktober 2016


Mengetahui,

Pengawas TK/SD




(Nama)
NIP.

Kepala Sekolah
SDN Duri Kosambi 06 Pagi



Hj. Inayah, M.Pd.I
NIP. 196409021984032007




LK.5 TENTANG KARAKTERISTIK DAN ANALISIS
1.        Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
a.     Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
b.    Menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Guru dan siswa dapat bersama-sama memilih dan mengembangkan tema dengan memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran.
2.        Tema untuk pembelajaran tematik dapat berasal dari beberapa sumber, di  antaranya adalah :
a.       Isu-isu
b.      Masalah-masalah
c.       Peristiwa/Event-event khusus
d.      Minat siswa
e.       Literatur
3.        Standar Kompetensi Lulusan
4.        Indikator Pembelajaran
5.        Pernyataan?
6.        Elemen-elemen yang termasuk pada ranah keterampilan mencakup elemen proses, elemen abstrak, dan elemen konkret.
a.       Elemen Proses terdiri dari keterampilan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menalar, dan mencipta.
b.      Elemen abstrak terdiri dari keterampilan membaca, menulis, menghitung, menggambar, mengarang.
c.       Elemen konkret terdiri dari keterampilan menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta.
7.        Kompetensi Dasar
8.        Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.     Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
b.     Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
c.      Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indicator
d.     Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.
e.      Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
f.      Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
g.      Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
h.     Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.
9.        Pengembangan indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran karena indikator menjadi acuan dalam penilaian. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata pelajaran.
10.    kompetensi dasar merupakan bagian dari struktur keilmuan mata pelajaran yang merupakan karakteristik masing-masing mata pelajaran tersebut. Struktur keilmuan suatu mata pelajaran menyangkut  dimensi standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokok mata pelajaran tersebut. Karakteristik suatu mata pelajaran perlu diidentifikasi dalam rangka pengembangan silabus berbasis kompetensi dari mata pelajaran tersebut. Hasil identifikasi karakteristik mata pelajaran tersebut bermanfaat sebagai acuan dalam mengembangkan silabus  dan rencana pembelajaran.

No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta