LEMBAR
KERJA MATERI PENGEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR
KELOMPOK
KOMPETENSI C (PEDAGOGIK)
Nama : Kurliah S.Pd
Kelas : V (Tinggi)
Tempat
Tugas : SDN Duri Kosambi 06
Pagi
Kelompok :
1.
Lengkapilah
lembar kerja berikut dengan mengisi kolom-kolom yang kosong!
Kurikulum 2004
(KBK)
|
Kurikulum 2006
(KTSP)
|
Kurikulum 2013
|
|
Peraturan
Menteri yang mendasari
|
Peraturan
Mendiknas No. 24 Tahun 2006
|
PP
No. 19/2005 Permendiknas No. 22, 23, 24 tahun 2006
|
PP
No. 20, 21, 22, 23 Tahun 2016
|
Karakteristik
standar kelulusan
|
·
Menekankan pada ketercapaian
·
Berorientasi pada hasil
·
Menggunakan metode bervariasi
·
Sumber belajar bukan hanya guru tapi edukatif
·
Penilaian menekankan pada proses
|
·
Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik
secara individual maupun klasikal
·
Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
·
Menggunakan metode bervariasi
·
Sumber belajar bukan hanya guru tapi edukatif
·
Penilaian menekankan pada proses
|
·
Sekolah dasar ditempuh selama enam tahun
·
Murid kelas 6 diwajibkan mengikuti ujian nasional
·
Lulus sekolah dasar dapat melanjutkan ke jenjang
SMP (12 th)
|
Karakteristik
standar isi
|
KBK
memuat sejumlah kompetensi yang harus dicapai siswa dan kompetensi tersebut
sebagai standar minimal atau kemampuan dasar
|
Standar
isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran yang dirinci menjadi standar
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
|
Standar
isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi lulusan
melalui kompetansi inti yang bebas mata pelajaran
|
Karakteristik
Penilaian
|
Penilaian
menakankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau
pencapaian suatu kompetensi KBK menempatkan hasil dan proses belajar sebagai
dua sisi
|
Penilaian
otentik yaitu penilaian secara langsung bermakna dalam arti bahwa apa yang
dinilai memang demikian sesungguhnya
|
Penilaian
hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses kemajuan belajar
dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan berdasarkan hasil belajar
peserta didik dapat memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan
pembelajaran dan belajar
|
Pendekatan
pembelajaran yang digunakan
|
Dengan
metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa (kelompok edukatif,
keagamaan dan kebermaknaan)
|
Pembelajaran
langsung
· Kontekstual
· Berbasis
masalah
· Kooperatif
|
Pelaksanaan
kurikulum 2013 dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik
terpadu dari kelas 1 s.d kelas VI tematik terpadu merupakan pendekatan
pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata
pelajaran kedalam berbagai tema
|
Tuntutan
terhadap profesionalisme guru
|
Merencanakan
pembelajaran meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan
|
Mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini
|
Sebagai
seorang pendidik yang profesional guru harus melaksanakan penilaian hasil
belajar sebagaimana termaktub dalam UU No. 14 Tahun 2005
|
Apa kesimpulan anda tentang
pengembangan dan pelaksanaan kurikulum ?
Sesuai
dengan perkembangan teknologi yang se,akin berkembang di dunia terutama
tentang kebutuhan ilmu pengetahuan didalam dunia pendidikan khususnya kurikulum
harus terus disempurnakan, akan tetapi didalam penyempurnaannya kita harus
dapat melihat kebutuhan bangsa kita. Kita tertinggal dari negara-negara
tetangga terutama sarana dan prasarana yang mendukung perkembangan kurikulum
yang diterapkan ketersediaan pasilitas dan SDM yang belum terlatih.
|
|||
2. Jelaskan mengenai penerapan
pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu!
Jawab:
Pembelajaran Tematik Terpadu
merupakan suatu penyajian pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran
dengan Tema sebagai pemersatunya. Sementara karakteristik keilmuan dari
setiap materi pelajaran tidaklah sama maka khusus untuk penyajian pembelajaran terpadu
dapat disajikan langkah dalam pendekatan saintifik sebagai berikut:
1. Mengamati
Dalam penyajian pembelajaran, guru
dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan
pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka
pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat
mungkin bersifat kontekstual.
2. Menanya
Guru yang efektif seyogyanya mampu
menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap,
keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula
dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru
menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya
itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan
yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh
tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat
tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya
menginginkan tanggapan verbal. Dengan media gambar peserta didik diajak
bertanya jawab kegiatan apa saja yang harus dilakukan peserta didik agar rumah
dan lingkungannya menjadi bersih dan sehat sekaligus membedakan
rumah yang bersih dan yang tidak bersih. (Eksplorasi)
3. Menalar
Apabila dikaitkan dengan contoh yang
disajikan diatas, maka Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran
dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 adalah untuk
menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik
tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif
daripada guru. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas
fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa
pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski
penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
Istilah menalar di sini merupakan
padanan dari associating; bukan merupakan terjemanan dari reasonsing, meski
istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas
menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah
banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah
asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide
dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi
penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak,
pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain.
Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan
berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu
dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari perspektif psikologi, asosiasi
merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari
kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. (Eksplorasi
dan Elaborasi)
Contoh untuk kegiatan menalar ini
bisa dengan gambar-gambar sebagai berikut:
No
|
Gambar
|
Kegiatan
di rumah
|
Kegiatan
di sekolah
|
Kegiatan
di lingkungan masyarakat
|
1.
|
Ö
|
|||
2.
|
||||
3.
|
||||
4.
|
Peserta didik akan mengamati dan
mengerjakan tugas dari guru dengan cara memberikan tanda cek ( √ )
4. Mencoba
Untuk memperoleh hasil belajar yang
nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan,
terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia,
(Kelas I SD/MI) misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA yang
ada di dalam Bahasa Indonesia dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan
pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan
bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya
sehari-hari.
Aplikasi metode eksperimen atau
mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu
sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk
ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar
menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan
yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan
dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan;
(5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6)
menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan
mengkomunikasikan hasil percobaan. (Eksplorasi dan elaborasi) Contoh: Peserta
didik bisa diajak berdiri di tengah lapangan untuk mencoba dan mempraktekkan
apakah bayang-bayang tubuh manusia bisa berjalan?
Dan pada pukul berapa bayang-bayang
manusia menyatu dengan tubuh manusia?
5. Mengolah
Pada tahapan mengolah ini peserta
didik sedapat mungkin dikondisikan belajar secara kolaboratif. Pada
pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif
atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif.
Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi,
maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka
berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi
kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan
masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga
memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar
secara bersama-sama. Peserta didik secara bersama-sama, saling
bekerjasama, saling membantu mengerjakan hasil tugas terkait dengan materi yang
sedang dipelajari (Kegiatan Elaborasi). Hasil tugas dikerjakan bersama
dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru
6. Menyimpulkan
Kegiatan menyimpulkan merupakan
kelanjutan dari kegiatan mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu
kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan
hasil kegiatan mengolah informasi.
7. Menyajikan
Hasil tugas yang telah dikerjakan
bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis
dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau
individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada
tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya
hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio
yang di basukkan ke dalam file atau Map peserta didik terisi dari hasil
pekerjaannya sendiri secara individu.
8. Mengkomunikasikan
Pada kegiatan akhir diharapkan
peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik
secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil
kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat
diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui
secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus
diperbaiki. Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana
pada Standar Proses.
3. Isilah soal berikut yang dalam
bentuk teka-teki dengan jawaban yang tepat!
K
|
O
|
L
|
A
|
B
|
O
|
R
|
A
|
T
|
I
|
F
|
||||||||
U
|
T
|
E
|
||||||||||||||||
R
|
I
|
E
|
R
|
|||||||||||||||
I
|
P
|
P
|
K
|
N
|
P
|
|||||||||||||
K
|
A
|
T
|
E
|
M
|
A
|
T
|
I
|
K
|
||||||||||
U
|
I
|
D
|
P
|
|||||||||||||||
L
|
P
|
J
|
O
|
K
|
U
|
S
|
||||||||||||
U
|
E
|
|||||||||||||||||
M
|
N
|
P
|
MENDATAR
|
|||||||||||||||
D
|
I
|
S
|
C
|
O
|
V
|
E
|
R
|
Y
|
1.
Pembelajaran yang me
|
|||||||||
E
|
R
|
ngandalkan komunika
|
||||||||||||||||
K
|
M
|
si/mengomunikasikan
|
||||||||||||||||
A
|
E
|
5.
Mata pelajaran tentang
|
||||||||||||||||
T
|
S
|
N
|
Pancasila dan kewarga
|
|||||||||||||||
A
|
I
|
negaraan
|
||||||||||||||||
P
|
E
|
N
|
I
|
L
|
A
|
I
|
A
|
N
|
6. Pendekatan pembelaja
|
|||||||||
A
|
di sekolah dasar
|
|||||||||||||||||
B
|
A
|
H
|
A
|
S
|
A
|
8. Pendidikan Jasmani
|
||||||||||||
U
|
Olah raga dan
|
|||||||||||||||||
S
|
||||||||||||||||||
MENURUN
1.
Seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan belajar
2.
Jenis penilaian jika pendekatan
pembelajarannya saintifik
3.
Tematik
4.
Ilmu Pengetahuan Alam
7.
Ilmu yang mempelajari tentang sosial
8.
Salah satunya adalah saintifik dalam
kurikulum 2013
10. Peraturan Menteri
12. Rencana Pembelajaran pada suatu kelompok mata
pelajaran/tema tertentu
Jakarta, Oktober 2016
|
||
Mengetahui,
|
||
Pengawas
TK/SD
(Nama)
NIP.
|
Kepala
Sekolah
SDN
Duri Kosambi 06 Pagi
Hj.
Inayah, M.Pd.I
NIP.
196409021984032007
|
LEMBAR
KERJA KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
KELOMPOK
KOMPETENSI I (PEDAGOGIK)
Petunjuk
:
Berilah tanda cek (Ö) pada kolom untuk karakteristik
sesuai dengan pengamatan di sekolah masing-masing!
Mata
Pelajaran : Matematika
Nama : Kurliah S.Pd
Kelas : V (Tinggi)
Tempat Tugas : SDN Duri Kosambi 06 Pagi
No
|
Karakteristik
|
Dilakukan
|
Keterangan
|
|
Ya
|
Tidak
|
|||
1
|
Mata
Pelajaran
|
Ö
|
||
2
|
Peserta
Didik
|
Ö
|
||
3
|
Metode
Pembelajaran
|
Ö
|
||
4
|
Media
Pembelajaran
|
Ö
|
||
5
|
Materi
Pelajaran
|
Ö
|
||
6
|
Pemahaman
materi
|
Ö
|
||
7
|
Penyelesaian
Soal
|
Ö
|
||
8
|
Kolaboratif
|
Ö
|
||
9
|
Keaktifan
|
Ö
|
||
10
|
Sumber
belajar
|
Ö
|
||
Jakarta, Oktober 2016
|
||
Mengetahui,
|
||
Pengawas
TK/SD
(Nama)
NIP.
|
Kepala
Sekolah
SDN
Duri Kosambi 06 Pagi
Hj.
Inayah, M.Pd.I
NIP.
196409021984032007
|
LEMBAR
KERJA PEMANFAATAN TIK UNTUK PEMBELAJARAN DI SD
KELOMPOK
KOMPETENSI I (PEDAGOGIK)
Mata
Pelajaran : Matematika
Nama : Kurliah S.Pd
Kelas : V (Tinggi)
Tempat Tugas : SDN Duri Kosambi 06 Pagi
A.
Tuliskan nama aplikasi dengan lambang
berikut!

Word
/ Microsoft Word

Exel /
Microsoft Exel
Power
Point
B. Isilah
tabel berikut !
No
|
Simbol
|
Nama
Icon
|
Fungsi
Icon
|
1
|
![]() |
Orientation
|
Untuk
menentukan bentuk atau posisi kertas baik potrait maupun landscape
|
2
|
![]() |
Table
|
Untuk
membuat data berupa tabel
|
3
|
Picture
|
Untuk
memilih gambar yang dibutuhkan pada data
|
|
4
|
![]() |
Shapes
|
Untuk
memilih gambar yang berbentuk bangun datar dan sejenisnya
|
5
|
![]() |
Paragraf
|
Untuk
menentukan bais, baik rata kiri, rata kanan, rata keseluruhan maupun rata
tengah
|
6
|
![]() |
Undo
|
Untuk
mengembalikan data yang telah ditinggalkan sebelumnya
|
Jakarta, Oktober 2016
|
||
Mengetahui,
|
||
Pengawas
TK/SD
(Nama)
NIP.
|
Kepala
Sekolah
SDN
Duri Kosambi 06 Pagi
Hj.
Inayah, M.Pd.I
NIP.
196409021984032007
|
LK.5
TENTANG KARAKTERISTIK DAN ANALISIS
1.
Dalam menentukan tema dapat
dilakukan dengan dua cara yakni:
a.
Mempelajari standar kompetensi
dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran,
dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
b.
Menetapkan terlebih dahulu
tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat
bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan
anak. Guru dan siswa dapat bersama-sama memilih dan mengembangkan tema dengan
memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran.
2.
Tema untuk pembelajaran tematik
dapat berasal dari beberapa sumber, di antaranya adalah :
a.
Isu-isu
b.
Masalah-masalah
c.
Peristiwa/Event-event khusus
d.
Minat siswa
e.
Literatur
3.
Standar Kompetensi Lulusan
4.
Indikator Pembelajaran
5.
Pernyataan?
6.
Elemen-elemen yang termasuk
pada ranah keterampilan mencakup elemen proses, elemen abstrak, dan elemen
konkret.
a.
Elemen Proses terdiri dari
keterampilan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menalar, dan
mencipta.
b.
Elemen abstrak terdiri dari
keterampilan membaca, menulis, menghitung, menggambar, mengarang.
c.
Elemen konkret terdiri dari
keterampilan menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta.
7.
Kompetensi Dasar
8.
Dalam mengembangkan indikator
perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.
Indikator
dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
b.
Indikator
dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
c.
Setiap
KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indicator
d.
Keseluruhan
indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang
digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal
KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan
kebutuhan peserta didik.
e.
Indikator
yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
f.
Rumusan
indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan
materi pembelajaran.
g.
Indikator
harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata
kerja operasional yang sesuai.
h.
Rumusan
indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup
ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.
9.
Pengembangan indikator mempertimbangkan
karakteristik mata pelajaran karena indikator menjadi acuan dalam penilaian.
Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata
pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari
aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata
pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus
melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan
mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen
standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masing mata
pelajaran.
10. kompetensi
dasar merupakan bagian dari struktur keilmuan mata pelajaran yang merupakan
karakteristik masing-masing mata pelajaran tersebut. Struktur keilmuan suatu
mata pelajaran menyangkut dimensi
standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokok mata pelajaran tersebut.
Karakteristik suatu mata pelajaran perlu diidentifikasi dalam rangka
pengembangan silabus berbasis kompetensi dari mata pelajaran tersebut. Hasil
identifikasi karakteristik mata pelajaran tersebut bermanfaat sebagai acuan
dalam mengembangkan silabus dan rencana
pembelajaran.






No comments:
Post a Comment