Friday, August 23, 2019

Memaknai Hari Sumpah Pemuda


Hari Sumpah Pemuda dalam Bingkai Pendidikan Dasar



Pada tanggal 28 Oktober tahun 1928 merupakan hari bersejarah bagi Negara Indonesia. Pada tanggal ini pula lapisan pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk menyatukan suatu tujuan dan pemikiran akan adanya satu tanah yang bernama “tanah air Indonesia”, akan ada bangsa yang bernama “bangsa Indonesia”, dan akan ada bahasa yang memepersatukannya yang dinamai “bahasa Indonesia”. Kemudian hasil dari perkumpulan itupun tercipta semboyan yang bersejarah, yakni:

“Kami putra dan putri Indonesia megaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia megaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Hari besar ini tentu tidak luput dari sorotan dunia pendidikan sebagai garda terdepan dalam memperingatinya. Hampir semua lapisan instansi pendidikan dan pemerintahan pada hari nan bersejarah ini melaksanakan upacara bendera sebagai seremonial mengingat kembali sejarah awal terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu pula halnya dengan salah satu sekolah yang berada di ujung barat Kota Jakarta yang bernama Sekolah Dasar Negeri Duri Kosambi 06 Pagi ikut serta meramaikan kemeriahan hari yang selalu dikenang oleh bangsa ini.

Upacara kali ini, tentunya bukan hanya seremonial belaka yang hanya berdiri, menghormat bendera, menyanyikan lagu Indonesia raya, lalu mendengarkan amanat pembina upacara. Namun siswa dan semua yang hadir diajak untuk memaknai sumpah pemuda tersebut. Drs. Jumangin selaku pembina upacara memberikan amanat untuk semua yang hadir pada upacara kali ini, mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghormati satu sama lain dan bagaimana cara mencintai tanah air yang indah ini.

Menjaga persatuan dan kesatuan dalam pandangan pendidikan dasar dimulai dengan saling menghargai sesama temannya. Menghargai dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik menghargai seseorang yang berlatar belakang keluarga yang sama, misalnya: secara suku, agama, ras dan kebiasaan, begitupun sebaliknya. Hal ini, akan menjadi salah satu wujud adanya persatuan dan kesatuan yang kokoh jika diantara sesama warga bangsa sudah mampu menerapkannya dengan baik.

Pada tatanan ini pula, siswa sebagai generasi emas masa depan diarahkan untuk selalu memelihara persatuan dalam laku sosialnya dan kesatuan dalam menanamkan sikapnya sebagai pelajar yang baik secara moral. Pada pelaksaan itulah maka setidaknya tujuan dari cita-cita pendidikan yakni karakter building telah mulai terpapar dalam sikap keseharian. Oleh karena itu, ketika siswa melakukan kesalahan dalam bersikap yang mengarah pada tercorengnya persatuan dan kesatuan, guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing wajib untuk mengingatkannya kembali pada perilaku yang semestinya.

Setelah saling menghargai dalam tingkah yang baik, selanjutnya menurut pembina upacara, makna sumpah pemuda dapat diartikan pula sebagai sarana pengingat untuk saling menghormati dalam berbagai kesempatan. Menghormati tersebut dapat berupa menghormati teman yang berbeda dalam bersikap, bertindak maupun mengambil keputusan yang dia yakini kebenarannya. Dengan sebab itu, maka terciptanya persatuan dan kesatuan akan sangat terlihat dalam keseharian yang penuh dengan kedamaian di lingkungan yang manapun. Karena menghormati adalah bagian dari makna persatuan dan kesatuan, maka sudah harga mati harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran oleh warga bangsa yang bermoral.

Pada akhirnya, cinta tanah air adalah bagian daripada penerapan dari dua sikap di atas yang harus tertanam dalam setiap wujud warga bangsa yang merasa bahwa Indonesia adalah negara yang seharusnya dijaga dan dilingdungi dari pencemaran provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia bukan negara yang diberikan begitu saja oleh penjajah, bukan negara yang tanpa tujuan, bukan pula negara tanpa jajahan yang dapat mengelola bangsanya dari jaman kerajaan sampai sekarang.

Tapi Indonesia adalah negara yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para pahlawan negeri ini, pengorbanan demi pengorbanan telah berguguran selama 3,5 abad yang lalu, melawan untuk waktu yang sangat lama dari sabang sampai merauke dan dari miangas sampai pulau rote adalah karakter sebenarnya yang telah ditunjukkan oleh para pecinta dan pejuang bangsa yang pernah berlumuran darah ini.

Maka sudah seharusnya, pada masa emas bangsa seperti saat ini, tidak hanya menari meneriakkan kemerdekaan bangsanya, tetapi ikut pula merasakan cinta kepada tanah airnya tanpa alasan apapun. Merasa terpatri bahwa nenek moyangnya sedang berpesan kepadanya dengan berucap "Cintailah negeri ini dengan sepenuh hati tanpa pamrih, karena aku nenek moyangmu telah memeprjuangkan kemerdekaan ini dengan penuh keyakinan bahwa masa depan Indonesia adalah masa depan anak cucuku kelak".

Baca Juga:

Memaknai Sumpah Pemuda Di Lingkungan Sekolah Dasar

Butir - Butir Pancasila dan Penjelasannya

Pengibar Sangsaka Merah Putih

Makna dan Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Sumber Foto : https://www.liputan6.com/citizen6/read/3678382/5-fakta-hari-sumpah-pemuda-yang-wajib-kaum-milenial-ketahui?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta