Puisi Tentang Hujan
(Karya : Yan Firmansyah)
biarkanlah hujan itu membasahi
jalanan,
mengalir mengikuti arahnya yang
berkelok rendah
setelah menyirami pepohonan dan rumah-rumah,
lalu berkumpul: di selokan dan
sungai-sungai,
lainnya diserap akar dan tanah
jalanannya dari gang sempit menuju
sungai,
semak – semak belukar sampai ke laut
yang biru warnanya
tingkahnya yang mengasikan, rupawan
dan mempesona
membuatnya di rindukan banyak kawan
pun pada tingkahnya yang tak mudah lelah
suaranya yang memercik: mengirim pesan
pada
bebatuan, tanah dan aku yang ada di dekatnya
sempat ia terhadang halang batu, lalu tertinggal
kawan
tapi, ia lalui dengan tenang dan
kembali berpadu
mencari celah sampai melupakan kata
kalah
siang tadi kulihat ia berkerumun menetesi bajuku
siang tadi kulihat ia berkerumun menetesi bajuku
sampai malam tiba, ia masih setia pada
angin
yang mendekapnya dengan suara lirih
yang mendekapnya dengan suara lirih
bahkan tengah malam ini aku masih
rindu bisiknya
katanya “mengalir saja”
Bogor, Oktober 2019

No comments:
Post a Comment