Wednesday, December 18, 2019

PEMBELAJARAN MULTILITERASI SEBAGAI PENDUKUNG KOMPETENSI BELAJAR ABAD KE-21


contoh, aplikasi, pengertian, model, jenis, PEMBELAJARAN MULTILITERASI SEBAGAI PENDUKUNG KOMPETENSI BELAJAR ABAD KE-21, doc, word, pdf, ppt


PEMBELAJARAN MULTILITERASI SEBAGAI PENDUKUNG KOMPETENSIBELAJAR ABAD KE-21 Kemampuan terpenting yang harus dimiliki oleh manusia adalah kompetensi abad ke-21 (Morocco dalam Yunus Abidin, 2014:182). Kompetensi belajar dan berkehidupan dalam abad ke-21 tersebut ditandai dengan adanya empat hal yang penting, yakni.

1.        Kompetensi pemahaman yang tinggi
Merupakan kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk memiliki pemahaman tentang berbagai ilmu pengetahuan.

2.        Kompetensi berpikir kritis
Merupakan kemampuan mendayagunakan daya pikir dan daya nalar seseorang sehingga mampu mengkritisi berbagai fenomena yang terjadi disekitarnya.

3.        Kompetensi berkolaborasi dan berkomunikasi
Merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kesanggupan seseorang untuk berkerja sama dan berinteraksi dengan orang lain.

4.        Kompetensi berpikir kreatif
Merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kesanggupan seseorang untuk menghasilkan gagasan, proses maupun produk yang bernilai lebih, unik dan memiliki sifat kebaruan.

Berdasarkan paparan diatas, terdapat keterhubungan keempat kompetensi abad ke-21 tersebut. Multilitersi memegang peranan penting terhadap kompetensi yang mendukung pengembangan dan penggunaan empat kompetensi lainnya. Oleh karena itu, multiliterasi akan mampu melibatkan berbagai kegiatan inkuiri kritis dan pengembangan keempat kompetensi abad ke-21 tersebut.

Keterampilan-keterampilan multiliterasi yang harus dikuasai agar mampu mendukung dan mengembangkan keempat kompetensi abad ke-21 meliputi empat keterampilan yang menunjukkan bahwa penguasaan dan pemahaman literasi apapun tidak bisa lepas dari konsep literasi dalam bidang ilmu keterampilan berbahasa(Morocco dalam Yunus Abidin, 2014:184).

Adapun keempat keterampilan berbahasa yang mampu mendukung kompetensi abad ke-21 tersebut yaitu sebagai berikut.

a.         Keterampilan membaca dengan pemahaman yang tinggi

Esensi dari keterampilan membaca yaitu sebagai salah satu jalan dalam meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan (fungsi membaca). Keterampilan membaca berhubungan erat dengan kemampuan menyerap berbagai informasi dari berbagai sumber. Sehingga seseorang yang memiliki keterampilan membaca akan secara tepat memahami informasi tersebut dan akan berujung pada berkembangnya khazanah keilmuan yang dimilikinya.

b.        Keterampilan menulis yang baik untuk membangun dan mengekspresikan makna

Keterampilan ini bertujuan untuk menghasilkan gagasan kritis kreatif atas pengetahuan yang sudah dimiliki. Kegiatan menulis tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyalurkan ide orang lain melainkan sarana untuk menyalurkan ide siswa sendiri sehingga pemahamannya atas sesuatu hal akan semakin meningkat.

c.         Keterampilan berbicara secara akuntabel

Keterampilan berbicara secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan memproduksi ide secara lisan dengan isi yang berbobot dan saluran penyampaian yang tepat. Sangat berguna untuk berbagai kepentingan baik dalam hal menyampaikan ide, memengaruhi dan meyakinkan orang lain, maupun menghibur orang lain.

d.        Keterampilan menguasai berbagai media digital

Keterampilan ini berhubungan dengan kesanggupan menguasai berbagai teknologi digital yang berkembang pesat dan telah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan. Seseorang yang menguasai kemampuan ini, ia akan secara cepat menyampaikan dan menyajikan informasi. Karena digital sangat memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Dengan demikian, melalui penguasaan keterampilan digital diharapkan berbagai pengaruh yang tidak baik dapat diantisipasi dan pengaruh positifnya dapat dimanfaatkan secara tepat guna dan tepat sasaran.

Keempat keterampilan yang mendukung kompetensi multiliterasi diatas merupakan keterampilan berbahasa yang difungsikan sebagai sarana menguasai berbagai disiplin ilmu dan bukan semata-mata untuk menguasai disiplin ilmu bahasa saja.

Hal ini harus disadari bahwa apapun yang dipahami melalui membaca, yang dimaknai dan diekspresikan melalui menulis, dan dikomunikasikan melalui berbicara bisa berupa pengetahuan apa saja di luar pengetahuan tentang bahasa. Oleh karena itu, kemampuan multiliterasi ini dikenal dengan istilah kemampuan literasi lintas bidang ilmu atau kemampuan literasi interdisiplin ilmu.

Bertemali dengan kenyataan bahwa kompetensi multiliterasi merupakan inti kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung dan mengembangkan keempat kompetensi lainnya, konsep literasi bahasa dapat digunakan sebagai kerangka kerja pembelajaran berbagai bidang ilmu. 

Baca juga: DIMENSI PEMBELAJARAN MULTILITERASI


No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait

Kumpulan administrasi kelas SD / MI Kelas 1 - 6 tahun pelajaran 2019/2020

s 1, kelas 2, ompetasar, KTSP, Kurikulum 2013. Salam Pendidikan Sahabat guru yang berbahagia,  pada artikel kali in...

My photo
Guru Sekolah Dasar sejak Tahun 2015 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta