contoh, aplikasi, pengertian, model, jenis, PEMBELAJARAN MULTILITERASI SEBAGAI
PENDUKUNG KOMPETENSI BELAJAR ABAD KE-21, doc, word, pdf, ppt

PEMBELAJARAN MULTILITERASI SEBAGAI PENDUKUNG KOMPETENSIBELAJAR ABAD KE-21 - Kemampuan terpenting yang harus dimiliki oleh manusia
adalah kompetensi abad ke-21 (Morocco dalam Yunus Abidin, 2014:182). Kompetensi
belajar dan berkehidupan dalam abad ke-21 tersebut ditandai dengan adanya empat
hal yang penting, yakni.
1. Kompetensi
pemahaman yang tinggi
Merupakan kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk
memiliki pemahaman tentang berbagai ilmu pengetahuan.
2. Kompetensi
berpikir kritis
Merupakan kemampuan mendayagunakan daya pikir dan daya nalar seseorang
sehingga mampu mengkritisi berbagai fenomena yang terjadi disekitarnya.
3. Kompetensi
berkolaborasi dan berkomunikasi
Merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kesanggupan seseorang untuk
berkerja sama dan berinteraksi dengan orang lain.
4. Kompetensi
berpikir kreatif
Merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kesanggupan seseorang untuk
menghasilkan gagasan, proses maupun produk yang bernilai lebih, unik dan
memiliki sifat kebaruan.
Berdasarkan paparan diatas, terdapat keterhubungan
keempat kompetensi abad ke-21 tersebut. Multilitersi memegang peranan penting terhadap
kompetensi yang mendukung pengembangan dan penggunaan empat kompetensi lainnya.
Oleh karena itu, multiliterasi akan mampu melibatkan berbagai kegiatan inkuiri
kritis dan pengembangan keempat kompetensi abad ke-21 tersebut.
Keterampilan-keterampilan multiliterasi yang harus
dikuasai agar mampu mendukung dan mengembangkan keempat kompetensi abad ke-21
meliputi empat keterampilan yang menunjukkan bahwa penguasaan dan pemahaman
literasi apapun tidak bisa lepas dari konsep literasi dalam bidang ilmu
keterampilan berbahasa(Morocco dalam Yunus Abidin, 2014:184).
Adapun keempat keterampilan berbahasa yang mampu
mendukung kompetensi abad ke-21 tersebut yaitu sebagai berikut.
a.
Keterampilan
membaca dengan pemahaman yang tinggi
Esensi dari keterampilan membaca yaitu sebagai salah satu jalan dalam
meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan (fungsi membaca). Keterampilan membaca
berhubungan erat dengan kemampuan menyerap berbagai informasi dari berbagai
sumber. Sehingga seseorang yang memiliki keterampilan membaca akan secara tepat
memahami informasi tersebut dan akan berujung pada berkembangnya khazanah
keilmuan yang dimilikinya.
b.
Keterampilan
menulis yang baik untuk membangun dan mengekspresikan makna
Keterampilan ini bertujuan untuk menghasilkan gagasan kritis kreatif atas
pengetahuan yang sudah dimiliki. Kegiatan menulis tidak hanya berfungsi sebagai
sarana menyalurkan ide orang lain melainkan sarana untuk menyalurkan ide siswa
sendiri sehingga pemahamannya atas sesuatu hal akan semakin meningkat.
c.
Keterampilan
berbicara secara akuntabel
Keterampilan berbicara secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan memproduksi
ide secara lisan dengan isi yang berbobot dan saluran penyampaian yang tepat.
Sangat berguna untuk berbagai kepentingan baik dalam hal menyampaikan ide,
memengaruhi dan meyakinkan orang lain, maupun menghibur orang lain.
d.
Keterampilan
menguasai berbagai media digital
Keterampilan ini berhubungan dengan kesanggupan menguasai berbagai
teknologi digital yang berkembang pesat dan telah menjadi kebutuhan sehari-hari
dalam kehidupan. Seseorang yang menguasai kemampuan ini, ia akan secara cepat
menyampaikan dan menyajikan informasi. Karena digital sangat memberikan banyak
pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Dengan demikian, melalui penguasaan
keterampilan digital diharapkan berbagai pengaruh yang tidak baik dapat
diantisipasi dan pengaruh positifnya dapat dimanfaatkan secara tepat guna dan
tepat sasaran.
Keempat keterampilan yang mendukung kompetensi
multiliterasi diatas merupakan keterampilan berbahasa yang difungsikan sebagai
sarana menguasai berbagai disiplin ilmu dan bukan semata-mata untuk menguasai
disiplin ilmu bahasa saja.
Hal ini harus disadari bahwa apapun yang dipahami melalui
membaca, yang dimaknai dan diekspresikan melalui menulis, dan dikomunikasikan
melalui berbicara bisa berupa pengetahuan apa saja di luar pengetahuan tentang
bahasa. Oleh karena itu, kemampuan multiliterasi ini dikenal dengan istilah
kemampuan literasi lintas bidang ilmu atau kemampuan literasi interdisiplin
ilmu.
Bertemali dengan kenyataan bahwa kompetensi multiliterasi
merupakan inti kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung dan
mengembangkan keempat kompetensi lainnya, konsep literasi bahasa dapat
digunakan sebagai kerangka kerja pembelajaran berbagai bidang ilmu.
Baca juga: DIMENSI PEMBELAJARAN MULTILITERASI
Baca juga: DIMENSI PEMBELAJARAN MULTILITERASI

No comments:
Post a Comment